on 2 February 2005 by dodi in Renungan, Comments (0)
Renungan Buitenzorg
Jangankan 6 bulan ke depan, apa yang terjadi lima menit dari ‘saat ini’ pun kita tak tahu. Bagaimana dengan 1 tahun, 5 tahun, sepuluh? Tentunya kita bisa memprediksi, menyusun rencana, tapi kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang akan terjadi.
Kita tidak tahu apakah lalat yang hinggap di gelas akan terbang 5 menit lagi, ataukah ia akan terus saja bertengger disitu. Dan tiba-tiba dalam 5 detik ia sudah hinggap di hidung. Masa depan tidaklah pasti. Dalam dimensi waktu, kita semua sedang bergerak ke ‘depan’ bersama-sama. Dengan arah yang berbeda-beda. Kita tidak pernah tahu dengan siapa kita akan berpotongan jalan. Bertemu.
***
Sepuluh tahun lalu, saya tidak pernah tahu akan satu kampus dengan Kuda dan Galih untuk kemudian ngekos bareng dan mengalami hal-hal menakjubkan (project: we shall overcome, heh?), atau membaca tulisan-tulisan Enda bertahun-tahun setelah di sebuah bangunan di Jl. Belitung kami sering bertemu, atau bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang chat di komputer sebelah.
Yang terakhir tentu saja bohong.
Seperti sekarang. 2 jam lalu, saya sama sekali tidak tahu akan terdampar di kota kecil yang dulu bernama Buitenzorg ini. Bogor.
***
Hm. Bayangkan lagi. Hidup kamu didedikasikan untuk sesuatu yang kamu sebut ‘masa depan’. Kamu belajar 6 tahun ditambah 3 tahun ditambah lagi 3 tahun, dan ditambah lagi beberapa tahun, semuanya untuk ‘masa depan’. Kamu kemudian bekerja dan menabung, beli ini beli itu, tanam saham, bermain hula-hup atau apapunlah yang kamu lakukan, semuanya untuk masa depan!
Dan kemudian, kapankah tepatnya ‘masa depan’ itu? Orang-orang yang menyelundupkan diri menjadi TKI ilegal di Malaysia dan kemudian terjebak dalam perdagangan narkotika, mereka juga sedang membangun masa depan mereka! Juga mungkin seorang santri yang sedang makan di sebuah warung, tiba-tiba ditangkap dan dituduh telah menanam bom (misalnya). Juga tiap-tiap ‘nama tak bermakna’ yang disebutkan pembaca berita Buser dkk, dimana mereka tidak pernah tahu akan diekspos di televisi nasional justru ketika mereka telah ditikam di sebuah perempatan.
Kita membangun masa depan, tapi kita tidak tahu kapan tepatnya masa depan itu. Apakah masa depan sekedar ‘masa dimana hidup menjadi santai dan tak perlu khawatir lagi akan apa-apa’? The heck?
Dan tiba-tiba saja, semua harta dan pendapatan kita berkurang nilainya karena harga BBM naik. Dan kita pun merevisi perencanaan masa depan masing-masing. Dan mungkin harus merevisinya lagi di kemudian hari karena dollar yang melambung atau bencana alam yang sangat parah.
***
Tentu saja ini belum selesai. Bagaimana mungkin? Kamulah yang harus menyelesaikannya.
Selamat bulan Februari (atau Pebruari?)!
Tags: blogdrive
No Comments
Leave a comment