on 1 December 2005 by dodi in Renungan, Comments (0)

Rasa yang Lekang

Ada suatu rasa yang menyelinap dalam hati, ketika Rabu (30/11) kemarin saya libur. Di kantor saya, libur memang bukan Sabtu-Minggu seperti kalian para Muggle (boleh pakai istilah ini? huhuhu).

Saya punya delapan hari jatah libur, yang tersebar dalam sebulan. Jangan heran kalau ada libur nyempil di tengah minggu. Ya seperti hari Rabu kemarin, hari dimana Pak FX Rudy Gunawan biasa meng-update blognya.

Suatu rasa itu tak mudah saya jelaskan. Apa ya namanya? Nelangsa -yang tipis-, mungkin. Rasa yang membuat saya tiba-tiba bertanya, ngapain sih saya bekerja seperti ini. Sampai kapan akan terus begini; menjalani hari-hari yang tak kompak dengan para Muggle.

Dalam satu setengah bulan ini, saya melewatkan tiga undangan resepsi pernikahan teman dekat. Ketika mereka bersanding di pelaminan, saya sedang di pelabuhan Tanjung Priok, misalnya. Atau di sebuah rumah sakit rujukan flu burung, atau dimanapunlah.

Bertemu sang kekasih? Jarang. Sampai ibu saya pun kadang bertanya-tanya ingin tahu.

Nah, di hari Rabu kemarin itu, rasa itu tipis-tipis mengetuk. Ketika saya sedang menikmati DVD pertama Lost (Setelah membaca 50 halaman dari Harry Potter – Half Blood Prince versi .doc, heheh). Hahhh! Rasa-rasanya tidak ingin masuk kerja lagih!

Tapi, besoknya, toh rasa itu menguap begitu saja. Seiring perjalanan mengais calon susunan huruf yang kadang membuat degdegplas pejabat, yang semoga saja pada bersih semua. Amin.

Baca komentar terdahulu

Sebarkanlah, meski hanya satu klik:

Tags:

No Comments

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>