on 7 May 2007 by dodi in Jakarta, Comments (19)

RI-2 ke Bioskop

Suatu Ahad sore, seorang pria memutuskan untuk mengajak cucu-cucunya menonton film di bioskop. Tak ada yang istimewa, bila si pria itu bukan wakil presiden RI.

Ini kasus khusus. Bila RI-2 ke bioskop, pasti ikut pula rombongannya. Termasuk juga pengamanan khusus orang penting. Staf-stafnya pun sibuk kiri-kanan. Selain mengurus keamanan, beberapa tokoh dipanggil pula.

SMS undangan pun menyebar dari telepon genggam seorang staf wapres. Kabarnya, bunyinya seperti ini: “Undangan terbatas: diharapkan kehadirannya pkl. 20.00 malam ini menyaksikan film nagabonar 2 bersama Jk & menteri2 serta pemeran utamanya di bioskop 21 setiabudi building kuningan tks.”

Petugas keamanan dibuat sibuk. Di bioskop 21 Setiabudi One itu, pastilah pengamanan khusus sudah berjaga sejak sejam sebelumnya. Dan satu jam sebelum itu, laporan situasi pasti sudah diterima. Ini protokol biasa.

Polisi patroli pengawal pun harus cepat-cepat membuat skenario keberangkatan rombongan RI-2 dari istana, ke bioskop, dan perjalanan pulang ke rumah. Ketika rombongan berangkat ke bioskop, semua jalur yang akan dilewati “Rangkaian Bima” mesti steril. Artinya, orang-orang yang membawa kapak merah diminta menyingkir. Pengguna jalan dengan granat dan dinamit digiring untuk menjauh.

Jusuf Kalla memilih mengajak cucu-cucunya menonton Nagabonar Jadi 2. Setiabudi One terjadwal memutar film Supirdelman Jadi 3 (Spiderman 3) di dua teaternya. Mungkin karena sepi atau memang telat nonton saking sibuknya jadi wapres, Kalla memilih menonton film lain.

Teater 3 Setiabudi pun disewa seluruhnya. Bioskop ini dikenal bukan daerah kekuasaan ABG, jadi petugas pengamanan wakil presiden tidak perlu memuntahkan peluru-peluru tajam.

Selain keluarga, pejabat-pejabat juga ikut dalam rombongan Kalla. Ada Menteri Sosial, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Pertanian dan Menteri Perindustrian. Mungkin mereka berniat mencontoh cara Bonaga (Tora Sudiro) mengendalikan perusahaan –yang siapa tahu bisa dipraktekkan di departemen mereka.

Hamid Awaluddin, bekas Menteri Hukum dan HAM, juga hadir. Wajahnya tak banyak senyum saat makan bersama sebelum masuk bioskop. Begitulah kalau kita ikut mengurusi uang orang pakai rekening negara. Tapi mungkin juga bukan karena itu parasnya kecut.

Rombongan politisi juga datang. Tentunya orang-orang Partai Golongan Karya –partai bentukan militer di masa lalu, yang kini dikuasai sipil dengan dua kubu utama. Salah satu politisi yang datang adalah si brewok Surya Paloh, bos media yang pernah nyalon jadi RI-1. Kini, mungkin, dia cukup bahagia korannya jadi tempat pengumuman tender-tender pemerintah.

Hingga pukul sebelas malam, rombongan itu khusyuk menonton. “Film yang luar biasa. Kalau filmnya lebih lama satu jam lagi, saya bersedia duduk dan menonton,” kata Jusuf Kalla dengan logat batak yang kental (oh, tentu tidak!).

O ya. Kalau wakil presiden nonton film, dia juga bisa menghadirkan bintang-bintang utamanya. Deddy Mizwar, sutradara sekaligus pemeran utama Nagabonar Jadi Dua, duduk di samping Kalla. Pemeran Bonaga, Tora Sudiro, juga datang menonton. Bercelana jins, tentu.

Hmm. Kalau wapres memilih menonton Spiderman 3, apa Peter Parker dan Mary Jane juga bakal hadir?

*dari tnr dan dtk
**foto dari detikfoto oleh Ari Saputra. ga pake izin, dong.

Sebarkanlah, meski hanya satu klik:

Tags: , , ,

19 Comments

  1. Gojo

    7 May 2007 @ 9:11 pm

    Dod, lo kalo gak diajak nonton ama tetangga lo di Makassar ya gak usah sewot gitu lah hehehehe…

  2. andriansah

    8 May 2007 @ 10:08 am

    jadi yang gratisan ini loe gak nonton juga?

    kacian deh looo

  3. Domba Garut!

    8 May 2007 @ 7:54 pm

    Well, RI-2 khan juga manusia.. kali aja dia kangen untuk bisa nonton di bioskop orang biasa meskimemang ‘arrangement’nya bis abikin rumet (rumit+mumet) orang2 di sekelilingnya.. :)

  4. lika

    8 May 2007 @ 10:49 pm

    eh dodi dodi… bikin review spiderman 3 dong seperti dulu kamu bikin review spiderman 2 yang jadi lucu padahal filmnya kan bukan film komedi. huhu. postingan itu yang dulu membuatku jadi langganan pengunjung blog Anda.
    *maaf out of topic*

  5. ririn

    9 May 2007 @ 12:19 pm

    enaknya jadi pejabat…
    mau nonton aja semua wajib di steril dulu ya :)
    lama nih gak visit di sini..kangen juga sama tulisan2 kamu :)

  6. devishanty

    9 May 2007 @ 12:28 pm

    kamu ikutan ga dod??
    kalo dia nontonnya happy feet, si mumble ikut nonton ga ya? huu kan lucuuuuuuuuu aku pengen miara mumble

  7. lika

    9 May 2007 @ 5:07 pm

    aku jugaa pengen miara mumble sama gloria
    tapi yang masih kecilnyaaaa..

  8. dodi

    9 May 2007 @ 7:33 pm

    devi: si memble? pengen miara memble?

  9. Meda

    10 May 2007 @ 6:52 am

    padahal si bapak pejabat sendiri (mungkin) ogah diperlakukan seperti itu .. hihihi. biasanya sih yang ribut yang kroco2nya.

  10. Adham Somantrie

    10 May 2007 @ 7:23 am

    Jk pake logat batak.?.? itu kan tetangga kaw di makassar sana…

  11. yanti

    10 May 2007 @ 9:49 am

    kalo jadi pejabat, ga bisa ‘asik2an’ di bioskop dong ya? kebanyakan yang liat :D

  12. calupict

    11 May 2007 @ 11:19 am

    SBY mana?

  13. [BY]onicS

    11 May 2007 @ 8:30 pm

    Weh, dia tau kalo gw nonton nagabonar di situ. Jadi latah.

  14. Tuhu Nugraha Dewanto

    13 May 2007 @ 5:54 pm

    Bagus dong yang ditonton Naga Bonar, orang Indo kan suka latah tuhh, pasti setelah itu makin banyak yang penasaran ama Naga Bonar. maju terus perfilman Indonesia hehehe

  15. ichanx

    13 May 2007 @ 7:51 pm

    edan… tulisannya begitu halus tapi menusuk… keep rockin’ brur!!!

  16. ikez

    14 May 2007 @ 11:17 pm

    JK nonton bareng di bioskop? Apa kata dunnnyaaa..

  17. ShOFa

    15 May 2007 @ 7:09 pm

    kronologisna cukup lengkap..
    km ada di TKP ya?
    hehehe..

  18. dodi

    15 May 2007 @ 9:51 pm

    ShoFa: kagak, dong. makanya di akhir post gw sertakan tautan sumbernya :D

  19. viga

    16 May 2007 @ 2:01 am

    mun urang moal dikawal meureun nyak ?

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>