on 9 October 2007 by dodi in Keluarga, Comments (10)

Sarah Aliya: The Girl Who Survived

Sarah Aliya Rusydi lahir pada Senin (10/9), pukul 06.21 pagi. Hari ini, putri kami berusia satu bulan. Saya dan istri tentu senang, bahkan melebihi kegembiraan orangtua lain saat bayinya menginjak bulan pertama hidup di bumi.

Soalnya, begitu nongol setelah seksio caesaria, Sarah masih harus melewatkan 12 hari pertamanya di rumah sakit. Tepatnya di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Dia mengalami “meconium aspiration syndrome” (ilustrasi). Buku-buku kehamilan tak banyak menyebut sindrom ini. Salah satu buku panduan kami hanya menyebutnya sebagai “kondisi yang jarang”, dan tak menjabarkan lebih lanjut. Sompret, bukan?

Awalnya, dokter hanya mengatakan bahwa Sarah harus dirawat khusus karena tubuhnya membiru bila selang oksigen dilepas. Si Ayah baru pun mencoba tegar. Tapi begitu kereta Sarah lewat, mata saya berair. Bagaimana tidak, tubuh mungil itu meronta-ronta tak nyaman. Sementara saya tak bisa apa-apa.

Di NICU, dokter tak menjanjikan apa-apa. Doctors’ lines yang biasanya hanya didengar dari film, kali itu betul-betul diucapkan. “Kita sama-sama berdoa, karena bagaimanapun… (dst)” Senin sore itu Enda menelepon, mengabarkan soal bayi temannya yang pernah mengalami gejala serupa, dan sukses bertahan. Dia memberikan keyword “respiratory distress syndrome” (RDS) untuk digoogle.

Setelah membaca, apa yang terjadi mulai terkuak. Gejala sindrom aspirasi mekonium ini memang mirip dengan RDS, namun penyebabnya berbeda. Yang pasti ujung-ujungnya sama: hipoksia (kekurangan oksigen), yang bisa berakhir tragis. (Berbekal pengetahuan baru itu, saya kemudian bertanya ini-itu ke para dokter. Sepertinya mereka pikir saya mulai sok tahu, hiihihih).

“Terendam” mekonium, paru-paru Sarah hanya berfungsi 30 persen. Sisanya dibantu ventilator, yang memompa oksigen ke paru-parunya. Bernapas dengan mesin! Di ruang NICU, si kecil tersambung ke berbagai alat yang berisik, dengan kabel dan selang di sana sini.

Yang bisa kami lakukan hanya berdoa, dan menitip doa ke teman-teman. Alhamdulillah, Sarah membaik dari hari ke hari. Hampir sepekan di NICU, dia boleh keluar ke kamar bayi di ruang perinatologi. Di sana, teman-teman Sarah umumnya bayi-bayi prematur. Setelah total 12 hari, Sarah boleh pulang. Sekarang sudah beraktivitasi layaknya bayi seusianya: looping minum ASI, ee, bobo, nangis.

Banyak hikmah yang kami ambil dari pengalaman ini. Dan sungguh terima kasih bagi doa yang datang dari (tante dan om di Kampung Gajah, BBV, dari kantor, dll. Puji Tuhan yang mendengar doa-doa!) berbagai tempat, jengukan, dukungan moral, material, bahkan kiriman ASI cadangan (hai om Hericz). Ada pula yang mengirim energi penyembuh, bahkan seorang teman cenayang (mengaku) mengirim tiga penjaga gaib (ya gimana dong, kan ga keliatan hehe).

Selamat ulang-bulan, putriku. Tumbuhlah kuat, sehat, cerdas, dan membanggakan!

Sebarkanlah, meski hanya satu klik:

Tags: ,

10 Comments

  1. lika

    10 October 2007 @ 1:15 am

    wah udah sebulan lagi ya???!?!
    perasaan baru kemaren baca postingan kamu yg ada fotonya memegang test pack berstrip 2. (abis itu cuci tangan kan?)
    cepat besar yaaa dede saraah. ntar tante ajak shopping dan ngeceng. kshkshsks

  2. azil

    10 October 2007 @ 9:12 am

    go..go..go..

  3. andriansah

    10 October 2007 @ 11:14 am

    go go go sarah

  4. Arfin

    10 October 2007 @ 8:11 pm

    Selamat!Selamat Bung!I told you so…she’ll be fine!;)Alhamdulillah atuh.kalo ga salah, sindrom yg dialaim oleh bayi anda itu terjadi akibat terlalu lama berada di rahim.gejala seperti lack of oxygen dan menghirup kotoran terlalu banyak adalah penyebabnya.secara biologis,penyebab utama yg lain biasanya si ibu tidak merasa air ketubannya pecah mungkin karena tercampur ketika sedang kencing makanya si bayi masih berada di dalam rahim meskipun sebenarnya dia sudah seharusnya keluar.btw teman kuliah kita bernama Zahra pun telah melahirkan bayi laki-laki mungkin sekitar seminggu yg lalu.suaminya bercerita tentang bayi temannya yang memiliki sindrom yang sama seperti yang dialami oleh Bayi anda.makanya gw tau.selain itu gw jg punya adik dari bidang kedokteran dan doi berpengalaman melahirkan dua bayi sekaligus.bagaimanapun juga pengalaman adalah guru terbaik.hehehe…yah kira2 gitu deh…
    tapi sukur alhamdulillah akhirnya si Sarah udah bisa dibawa pulang ke rumah yah?seneng dong Dot?yah senenglah yah pastinya!So pasti Sarah pun senang tumbuh bersama kedua orang tua yang pintar2,ganteng-cantik,baik,soleh meskipun kalo udah gede nanti Sarah bakal kaget mendengar kelakuan bokapnya bersama teman2nya semasa kuliah dulu.hehehehe…
    Dodi yang dulu sering nongkrong di nanang bukannya kuliah,kerjaannya copy-paste tugas,begadang maen kartu ampe subuh,maen Serious Sam ampe tamat,maen basket di MIPA UNPAD, sekarang udah jadi Ayah…
    Selamat Bapak Dodi!wish you all the best in life!

  5. cta

    11 October 2007 @ 10:34 am

    huehh.. dede Saraahhh..
    nanti sama tante Sita diajarin bagaimana mematahkan hati laki-laki yaa..
    hwekekekeekekk..

  6. bLub

    11 October 2007 @ 5:53 pm

    Dan setelah semua doa dan airmata kami berikan buat Sarah,
    lo dengan teganya bikin akikah di hari Senin, disaat orang2 mudik??
    Oh tega sekali kamu Ibnuuhuhhhhh

    WOH. GAK SEMUANYA MUDIK. CONTOHNYA GUE! -dodi

    Tapi pokoknya doa kita2 semua ga akan putus lah buat Sarah.
    Dan gue seneng, akhirnya bisa melihat foto Sarah tanpa selang2 yg bikin hati teriris.
    Dari kecil udah keliatan cantiknya.

    Selamatkan dari Tonyer yah, Dod
    Ini bukan perkara main main
    hihihihihi

  7. -peng

    12 October 2007 @ 10:31 pm

    Bayi yang cantik. ;)
    Go Sarah!

  8. Gravitasi Hidup » Aqiqah

    16 October 2007 @ 12:43 am

    [...] ketujuh setelah kelahiran. Namun, di usia tujuh hari, Sarah masih nongkrong di rumah sakit karena suatu hal. Maka aqiqah pun diundur setelah [...]

  9. Tuhu

    25 October 2007 @ 4:04 pm

    Wah ikut senang dech kalo sekarang udah baikan. Sorry kemarin gak sempet nengok. Smoga loe menjadi ayah yang baik yahhh hehehe

  10. ** Abe Poetra ** » 288. Athallah Tsaqib JP

    14 March 2009 @ 12:47 pm

    [...] juga mau ucapkan selamat buat Dodi atas kelahiran Sarah, dan Heri atas kelahiran Fatih. Bwahaha, semakin bertambahlah bapak-bapak di id-gmail. Oh iyah, ada [...]

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>