on 16 October 2007 by dodi in Keluarga, Comments (14)

Aqiqah

“Kasihan kambingnya, dibunuh,” celetuk keponakan saya, Farhan, saat menyaksikan seekor kambing jantan bersimbah darah. Si kambing, pada sore sebelum acara berlangsung, disembelih sebagai kurban aqiqah.

Senin 15/10, keluarga kami menyelenggarakan aqiqah untuk Sarah, si anggota baru. Aqiqah diselenggarakan di Cikarang, kediaman keluarga kakak. Saudara-saudara berdatangan ke sana. Ada yang dari Bandung, ada pula dari Jakarta (dan sekitarnya). Rumah kecil menjadi ramai oleh keluarga.

Aqiqah baiknya dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Namun, di usia tujuh hari, Sarah masih nongkrong di rumah sakit karena suatu hal. Maka aqiqah pun diundur setelah lebaran.

Kata Pak Ustad, inti aqiqah adalah di “menebus” kelahiran anak dengan sesuatu yang berharga. Kambing. Selain itu, rambut si bayi dipotong. Beratnya ditimbang, dan orangtua si bayi bersedekah _minimal_ senilai emas murni dengan berat setara rambut yang dipotong. Aqiqah juga menjadi maklumat hadirnya anggota baru keluarga, dan untuk mengumumkan pertalian darahnya.

Kata Pak Ustad pula, para ulama bersepakat bahwa kurban aqiqah untuk bayi laki-laki adalah dua ekor kambing, sementara untuk perempuan hanya seekor. Tapi Pak Ustad tak hendak melupakan fakta sejarah yang diwariskan melalui hadits. Rasulullah mengurbankan masing-masing satu ekor kambing saat aqiqah cucu kembarnya Hasan dan Husen. Lah kok sekarang jadi dua ekor untuk bayi cowok? “Ulama berijtihad dengan mengaitkan hak waris bagi laki-laki,” kata Pak Ustad.

Saat aqiqah, rasanya, bukan forum yang tepat untuk mendebat praktek penggandaan kambing bagi bayi pria. Tapi otak awam saya berpikir, bila Rasulullah saja menyamaratakan kurban bagi bayi laki-laki dan perempuan, mengapa kita tidak? Saya titipkan pada Fahmi Side A untuk mencari jawabnya.

Acara aqiqah berjalan lancar. Sarah tak menangis saat bapak, paman, dan ipar-ipar saya menggunting sejumput rambutnya, bergiliran. Matanya bulat menatap ayahnya yang menggendong. Huhu, lucunya! Rangkaian acara aqiqah kelar, rasanya lega. Ada pula sayup haru yang masih nempel saat mengetik ini. Mungkin karena melihat bapak dan ibu saya, juga ibu mertua serta keluarga lainnya. Waktu berlalu begitu cepat. Kini giliran kami menjadi orangtua.

Adapun pernyataan keponakan saya tadi, Farhan, juga memunculkan perasaan haru tertentu. Komentar polos yang tak mudah ditanggapi. Memang bukan berdasar logika, tapi saya yakin dan berharap, bahwa di alam sana si kambing senang menjadi kurban bagi acara aqiqah.

Mbeee.

Sebarkanlah, meski hanya satu klik:

Tags: ,

14 Comments

  1. Abe

    16 October 2007 @ 12:45 pm

    Waktu berlalu begitu cepat. Kini giliran kami menjadi orangtua.

    Yah, cepat sekali waktu berlalu Dod.
    Eh salam buat sarah yah ;)

  2. Arfin

    16 October 2007 @ 6:21 pm

    Mungkin maksudnya kurban aqiqah adalah kambing-kambing yang mati dikurban bakal direankarnasi jadi manusia di masa depan.tidak seperti kambing-kambing yg dikurban biasa yg berakhir menjadi either Lamb Chop atau sop Kaki Kambing. Hehehe…hmmm…sedapppp…!

    Btw aqiqah koq ga ngundang2 akika sih?perasaan tepat hari itu akika lg di jakarta juga tuh. ;)

  3. Luthfi

    16 October 2007 @ 8:42 pm

    selamat ….

  4. han

    17 October 2007 @ 1:20 pm

    wah rambut sarah digundul dong…. masa cewek cewek gundul

  5. itha

    19 October 2007 @ 5:00 pm

    salam buat istri n si kecil ya dod..
    selamat jadi ayah!

  6. hericz

    20 October 2007 @ 11:42 pm

    Hore sudah akikah!

    Selamat pak-e, sarah emah hebat!

  7. arie

    23 October 2007 @ 1:24 am

    wiw sateeeeeeeee kambinggg
    ngiler
    eh selamat ya ..hihihihi

  8. wida

    27 October 2007 @ 1:48 pm

    dod, kangen nih sama sarah..
    foto2nya dong…yang terbaru…

  9. arjuna

    31 October 2007 @ 11:20 am

    gue bingung baca di sini

    Rasulullah mengurbankan masing-masing satu ekor kambing saat aqiqah cucu kembarnya Hasan dan Husen. Lah kok sekarang jadi dua ekor untuk bayi cowok?

    bukannya mustinya “Lah kok sekarang jadi satu ekor untuk bayi cowok?”

    apa gue yang talah sangkap?

  10. dodi

    31 October 2007 @ 7:06 pm

    buat mas romy: praktek sekarang, kambing yg dipotong utk aqiqah bayi cowok adalah dua ekor. padahal rasulullah dulu hanya memotong _masing2_ satu ekor utk cucu beliau yang kembar..

  11. arjuna

    1 November 2007 @ 11:49 am

    oh gue kirain itu perkecualian karena cucunya kembar
    baiklah kalau begituââ??¢

    harap maklum, blom pernah nyiapin buat aqiqahan

  12. mr aqiqah

    23 August 2008 @ 1:58 am

    PROMO HEBOH Kambing Rp 466 Rb dari NIKMAT AQIQAH. PALING LARIS. Hanya dengan Rp 466 Rb Anda dapat menunaikan ibadah aqiqah. Kambing memenuhi syarat & sesuai Syar`i. GRATIS Antar Surabaya, Gresik & Sidoarjo *. Juga menyediakan berbagai makanan olahan kambing siap saji. BURUAN PESAN SEGERA !!! Promo s.d 19 Sept 2008. Hotline : 031.725.11.000; 031.5666.466.

  13. syukuraqiqah.com

    3 December 2008 @ 9:43 pm

    Wah, selamat ya buat Sarah….sekarang kamu sudah tertebus ? :)

    Aqiqah dan Qurban Spesialist

  14. Percetakan Company Profile

    8 May 2011 @ 11:13 pm

    Selamat y..sudah besar sekarng:D,salam kenal gan:)

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>