on 25 December 2007 by dodi in Renungan, Umum, Comments (23)
(Kartu) Natal Membawa Damai
Di ‘kota’ yang dinginnya menusuk tulang itu, keriaan menjelang Hari Natal selalu terasa bahkan sejak Desember masih muda. Hiasan khas Natal bisa dilihat di tempat-tempat umum. Kertas krep hijau tua yang dibentuk mirip tumpukan daun (cemara); kapas putih meniru salju; dan bola-bola merah, perak serta emas, yang digantung di pohon natal. Di pucuknya ada hiasan bintang atau boneka malaikat.
Rumah tetangga yang menunggu natal mudah dibedakan dengan yang tidak merayakan. Biasanya rumah mereka dihias lampu berkelap-kelip, atau hiasan natal digantung di pintu rumah. Pohon plastik ditarik dari gudang dan kembali menghias ruang tamu.
Saat itu saya masih SD, sekitar kelas dua-tiga. Di sekolah, teman-teman yang menunggu natal rutin berlatih menyanyi untuk misa di gereja. Di rumah-rumah yang semuanya tersambung paralel ke parabola kota, saluran-saluran teve berbahasa asing juga diwarnai tema natal.
Ibu saya menyarankan–dengan agak ngotot– agar mengirim kartu natal untuk Toni, teman Kristen terdekat saya. Saya pun menulis di sebuah kartu bergambar pohon natal. Opsi penyerahan kartu: simpan di meja di kelas, atau antar ke rumah, ya?
Natal makin dekat, sekolah diliburkan. Maka, hari-hari diisi dengan bermain. Suatu sore, saya dan teman-teman berjanji bertemu di lapangan di samping Sport Hall. Kartu Natal untuk Toni saya selipkan di balik baju–belum tahu kapan akan diberi. Terima kasih untuk temperatur Tembagapura, susah sekali berkeringat pada suhu tak sampai 20 derajat celcius. Kartu natal tak lepek atau basah.
Entah bagaimana awalnya, saya dan Toni terlibat adu mulut yang berakhir dengan dorong-mendorong (gaya anak SD, lah). Teman-teman melerai, untungnya. Bila ditimpa badan Toni yang gemuk, saya memang bisa gepeng.
Permainan kami bubar. Saya pun beranjak pulang sambil kesal. Teringat kartu natal, saya berbalik lagi ke arah Toni. “Nih, buat kau,” sambil melempar amplop berisi kartu natal ke arah Toni. Dia memungut amplop yang sudah agak lecek itu dari tanah berpasir sisa tailing.
Saya sudah berbalik arah lagi saat Toni memanggil-manggil sambil berlari menyusul. Badan gemuknya berguncang-guncang. Wajahnya sumringah, merah dan berhias senyum. “Ini buat saya?” kata dia tak percaya. Saya mengiyakan. Toni senang sekali. Sepanjang umurnya yang saat itu belum 10 tahun, sepertinya itu kartu natal pertama yang ditujukan khusus buat Toni.
Permusuhan lenyap seketika. Kami pulang bareng bersama teman-teman lain. Saya tiba di rumah dengan perasaan lega dan senang. Makin senang lagi setelah dipuji Ibu (karena menyerahkan kartu natal). Rasanya, hmm, seperti mengalami sendiri cerita di Majalah Bobo. Tentunya, perselisihan kecil tadi tak saya ceritakan ke Ibu. Yah, buat apa berfokus pada hal tak perlu (yang bisa membuat Ibu mengomel), ihihih.
Dua dekade berlalu. (Hidup, tentu saja, makin kompleks.) Toni kini berdiam di negeri Abang Sam. Sudah cukup lama kami tak berkontak lagi. Tapi, harapan saya di Hari Natal tetap sama: semoga hati yang saling berselisih menemukan perdamaian.
<gambus>
Perdamaian, perdamaian,
perdamaian, perdamaian.
Perdamaian, perdamaian,
perdamaian, perdamaian.
</gambus> [1]
Selamat Natal 2007. Semoga kasih mengisi hati kita semua, agar damai di bumi!
[1]“Perdamaian”. Ciptaan Abu Ali Haidar. Group Nasyida Ria, 198x.
arie
25 December 2007 @ 2:19 am
oooo jadii kamu duluhhh ikot nasyida ria jugakkk
wow
kereeennn
hakakakakak
dodi
25 December 2007 @ 2:53 am
*delete arie*
andriansah
25 December 2007 @ 5:53 am
wah jadi kamu pernah di tembaga pura?
rara
25 December 2007 @ 6:39 am
di kota yanjg dinginnya menusuk tulang? Wah…
Di mana itu dod?
Arfin
25 December 2007 @ 6:50 pm
Doti berantem sambil maen dorong2an?Hmmm…I wonder how it looks like?secara lu kecil dulu belum menguasai jurus sembilan matahari yah dot?
Hehehe…
achilz
26 December 2007 @ 12:19 pm
Teknologi pan makin canggih Dod… so you can deal with it
otaku
26 December 2007 @ 7:33 pm
bos, ari sihasale katanya mau bikin film dari cerita mu. judulnya senandung di atas awan 2
masboi
27 December 2007 @ 12:01 am
di kota yang dinginnya menusuk tulang ini, aku natalan dan kedinginan. selamat natal n tahun baru bos!
atta
27 December 2007 @ 9:32 am
wah, jadi kamu pernah di tembagapura?
kamu masih bisa temukan hijau pebukitan kala pesawat merendah sebelum mendarat di sentani.
papua cantik ya?
selamat tahun baru, semoga bahagia terus menghujanimu dan keluarga
-hug-
Abe
27 December 2007 @ 11:17 pm
Oh, jadi kamu naksir “Toni” yah Dod?
*angguk-angguk maklum*
tito
28 December 2007 @ 2:01 pm
wah, ada yg kurang jelas tuh dod…
-entah bagaimana awalnya-
kl boleh nebak, pasti krn rebutan tailing, atau rebutan nyalam seorang cewek yg jg natalan??
peace.
sa
29 December 2007 @ 6:00 pm
hehe.. mudah2an ketemu Toni lagi.
sita
1 January 2008 @ 1:58 am
merry christmas and happy birthday.. hehehe
sita
1 January 2008 @ 1:59 am
btw, teasernya bole juga..
pindahlah kau dari wartawan jadi anak buah chand parwez
mengki
3 January 2008 @ 10:46 am
#
sita said:
January 1st, 2008 at 1:59 am
btw, teasernya bole juga..
pindahlah kau dari wartawan jadi anak buah chand parwez
>>>hahaha… setuju… setuju…
Ben
3 January 2008 @ 2:54 pm
So sweeeeet….
Bukannya sekarang ketemu lagi dgn. Toni di kampung gajah?
Memang jodoh tak lari ke mana..
*kabur naik taksi*
Domba Garut!
3 January 2008 @ 7:50 pm
Perdamaian, memang mahal sekali harganya.. baik itu harus dibayar dengan harta, nyawa dan terutama Ego
namun demikian, semua upaya amat berharga untuk dilaksanakan..
Two thumbs up atas upayanya mengirimkan kartu..
Salam hangat dari kita-kita yang terpaksa bertahun baru di medanpansca konflik demi perdamaian.
Naif Al'as
5 January 2008 @ 10:42 pm
Dodi & Toni, I pronounce you man and man. You may kiss the groom.
pandi merdeka
8 January 2008 @ 8:36 pm
hehehe mampir sebentar salam kenal yaa, wah keren fotonya
nbl
6 November 2008 @ 8:25 am
hy …………………….prend smua……
natal 2008,,,,,,, dah dekat ni!!!!!!!!!
gimana persiapan kalian ntuk ngerayainx????????????
Benhawerd S
6 December 2008 @ 10:49 am
alow semuanya……….
iya iya…….natal 2008 dah dekat nih bisa dibilang tinggal hitung hari aja……..
lathifulamri
12 December 2008 @ 3:23 pm
i’m coming ,visiting and commenting
yedida
17 December 2008 @ 10:16 am
syallom semuanya………..qa ngucapin met natal 25 des 2008 n’ taon baru 01 januari 2009, smga berkat Tuhan semakin bertambah bwt kita ditahun 2009 ini, gbu