on 4 January 2008 by dodi in Ulasan, Umum, Comments (10)

Zobar Jangan Pulang Malam

Novel ini dibuka dengan angin kencang yang dingin pada suatu siang di Paris, tahun 2001. Dari kejadian penusukan misterius di sebuah kafe di Place Pigalle, 18�©me Arrondisement, novel ini merambah separuh bumi.

Novel “Zobar”, yang adalah nama tokoh utamanya, bercerita tentang lika liku perang jaringan narkoba internasional. Zobar yang sudah insaf terpaksa bertemu musuh lamanya yang dibekingi DEA. Untuk menyeimbangi kekuatan, Zobar menggaet temannya agen CIA.

Tokoh-tokoh multibangsa bersalingsilangan di novel ini. Orang Nigeria, Perancis, Inggris, hingga seniman asli Jawa yang ngepos di Bali. Semuanya berawal dari satu titik mula: sebuah penjara di Thailand, yang dihuni tahanan narkotika dari berbagai bangsa.

Persaingan lama antara Zobar dengan Jean Tibaux, si musuh lama, berlangsung penuh intrik dan pengkhianatan. Tubuh-tubuh pun bergelimpangan. Novel ini cenderung tergolong thriller, dan cerita berlalu dengan cepat sambil berpindah-pindah ke berbagai belahan dunia.

Penulis novel ini adalah Ilham Malayu, penata musik Indonesia tahun 70-an, yang kemudian mendekam 15 tahun di tiga penjara Thailand karena terlibat bisnis narkoba di sana. Tak heranlah, Ilham bisa menggambarkan situasi penjara dengan lancar, juga bagaimana bisnis narkoba berjalan.

Sepertinya, Ilham masih bisa mengembangkan novel ini lebih jauh daripada sekadar 162 halaman. Coba saja baca novel ini. Mungkin anda juga akan merasakan nuansa petualangan Jason Bourne.

—–
Judul: Zobar (Jangan Pulang Malam)
Penerbit: Penerbit Republika, Oktober 2007

Sebarkanlah, meski hanya satu klik:

Tags:

10 Comments

  1. siwoer

    4 January 2008 @ 4:07 pm

    dod, mendingan lo pinjemin gw aja, kalo disuruh beli jangan2 ntar gak kebaca…kan rugi? :D

  2. ichanx

    5 January 2008 @ 8:47 pm

    takut bacanya… bisi eike tergoda untuk terjun dalam bisnis menggiurkan itu… hihi… tapi bener siah dod… kenalan gw ada yg jadi bandar kelas teri, duitnya lancar abis… kebayang kalo yang kelas kakap.. huhuu

  3. stey

    6 January 2008 @ 11:24 am

    Hemm..lama ga beli buku..serbu Gramed terdekat!!!

  4. Abe

    7 January 2008 @ 9:14 am

    Kenapa Ilham tidak mengembangkan cerita? Kalau lebih dari 160 halaman orang pasti ngantok bacanya, atau tuh buku dibeli untuk ales mouse aja atau sebagai ganjel pintu.. hihi.. ^_^

  5. atta

    7 January 2008 @ 5:54 pm

    makasih atas review-nya
    sudah dengar kalau astri kembali hamil?
    senang ya ;)
    selamat tahun baru
    sukses selalu

  6. stey

    17 January 2008 @ 11:16 am

    Seandainya pekerjaan tidak terlalu numpuk dan tidak terlalu menyita waktu mungkin ada sebagian dari otakku yang mau diajak berkompromi dengan membaca novel ini..huhuhu..

  7. cta

    20 January 2008 @ 2:35 pm

    bang Ilham suaranya keren banget loh (untuk jadi penyiar)

    asik 162 halaman doang..

  8. dodi

    21 January 2008 @ 1:52 am

    cta: woh, udah pernah ketemu, atau nelepon? secara cuman ngomentarin suara doang heheh.

  9. cta

    25 January 2008 @ 9:36 am

    dodi : kami pernah telpon-telponan gitu deh, dod!

    iyah.. buat wawancara.. huhuhuhu

  10. ikez

    8 February 2008 @ 1:53 am

    Hubungannya dengan title Jangan Pulang Malam kira2 apa yak dod?
    *shrugs*
    belum minat baca sik, lagi syebukk….

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>