on 17 June 2008 by dodi in Jakarta, Umum, Comments (14)

Terowongan Penyeberangan Orang – Stasiun Kota

Langit cerah, bulan purnama. Dari area terbuka di terowongan stasiun (busway) Kota, saya mendongak ke atas. Seperti melihat langit dari kubah yang transparan. Sobekan awan tersebar di sana-sini. Sedikit bintang terang mengalahkan polusi cahaya dari sekitar. Senin malam ini, bulan cerah ceria!

Di koridor bawah tanah itu, hanya ada satu hal yang tampak aneh. Meja kecil dengan beberapa pemuda menungguinya. Tapi, bila dipikir sekali lagi, tanpa para pemuda itu, tempat ini mestilah sudah ditongkrongi orang-orang tak jelas. Mungkin pengemis. Gelandangan yang menumpang tidur. Dan kelompok pemuda mabuk yang meneriaki gadis-gadis. Saya harus berterimakasih pada para penunggu meja kecil.

Di bawah “kubah transparan” alias tanpa atap, trotoar menyerupai kue donat, namun dengan kolam bundar di tengahnya. Suatu saat nanti, saya berharap kolam ini benar-benar memantulkan cahaya bulan dan bintang dari langit di atasnya. Kali ini belum bisa, sebab air kolam itu keruh dan berbuih. Satu koloni apapunlah mungkin menghuni kolam itu, sebab selalu ada gelombang seperti bekas rintik hujan menimpa permukaan airnya.

Menaiki tangga ke pintu keluar di samping Stasiun Kota (satu pintu lagi keluar di depan Museum Bank Mandiri), saya berpapasan dengan seorang pemuda. Dandanan emo pinggiran, mungkin bisa dikatakan begitu. Dengan jumper kumal dan topi baseball dipasang agak miring. Dengan alat yang biasa dipakai tukang martabak manis meratakan adonan, dia membersihkan permen karet yang menempel di ubin. Sisa gum yang diludahkan sembarangan, menghitam dan mengeras setelah menyerap debu sekitar.

Pemuda itu bersin. Angin memang sedang gemar menyebar benih penyakit. Namun patut pulalah semua berterimakasih pada si pemuda, yang membuat terowongan tampak bersih esok paginya.

foto: Antara – Andika Wahyu

Sebarkanlah, meski hanya satu klik:

Tags: ,

14 Comments

  1. langitmalam

    17 June 2008 @ 1:21 am

    baca sambil ngerokok biar gak cupuw™ *lirik postingan sebelumnya*

  2. dodi

    17 June 2008 @ 1:32 am

    dodi pikir @langitmalam antiperubahan ihihihih

  3. cta

    17 June 2008 @ 11:38 am

    sobekan awan ==> itu pasti namanya cumulunimbus deh..

  4. ndoro kakung

    17 June 2008 @ 12:30 pm

    akhirnya ada update juga, dod? syukurlah :D

  5. nengyuke

    17 June 2008 @ 1:20 pm

    baca nya sambil ngebayangin *ngelamun*

  6. snydez

    18 June 2008 @ 1:11 pm

    lho, udah jadi toh tu terowongan..
    udah gak macet dunk ya?

  7. dodi

    18 June 2008 @ 2:22 pm

    @snydez: macet adalah fitur!

    @ndoro: iya nih. ternyata baru 2 posting sejak hosting bangkit kembali. benar2 ga produktif :(

  8. arjuna

    19 June 2008 @ 8:55 am

    loh blog ini masih ada toh

  9. Jay

    19 June 2008 @ 9:35 am

    Terakhir ke sana surprise juga, loh jalanan di tamannya ilang, malah diarahkan ke bawah tanah…

    Kirain dari busway mau diarahkan ke subway.

  10. Abe

    19 June 2008 @ 10:04 am

    Owh, ternyata blog ini masih hidup!
    *ikutan tub*

  11. dodi

    19 June 2008 @ 10:24 am

    di cetak birunya mah, di bawah itu tadinya mo ada kafe, toserba, dan tempat2 duduk untuk publik.

    sekarang sih belum ada. apa memang jadi tidak ada?

  12. ichanx

    20 June 2008 @ 11:46 am

    ehh… blognya masih idup ya? *baca comment2 sebelumnya*

  13. arfin

    22 June 2008 @ 3:25 pm

    Selamat ulang taun bro!Semoga lu dapet apa yg lu cari.

    All best!

  14. Raffaell

    24 June 2008 @ 8:04 pm

    btw itu terowongan aman gak, nanti ada tukang palak ga ?

Leave a comment

XHTML: Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>