on 6 July 2008 by dodi in Jakarta, Komunikasi, Umum, Comments (17)
Inggris Di Spanduk Aparat
Birokrat dan seluruh aparat negeri ini terbiasa melakukan sosialisasi lewat spanduk, pamflet, plang, atau sejenisnya. Kalau pernah menengok anggaran belanja suatu institusi, dan menemukan mata anggaran sosialisasi, yakinlah bahwa pelaksanaannya tak akan jauh-jauh dari spanduk dkk.
Maka, di berbagai sudut kota, terlihatlah deretan kata-kata berisi pesan-pesan dalam bahasa yang khas. Misalnya “DENGAN MENINGKATKAN KESADARAN BERTOLERANSI DAN MEMAHAMI SESAMA, KITA RAYAKAN KEBANGKITAN NASIONAL PENUH SUKACITA”. Contoh ini memang ngarang. Tapi seperti itulah bahasa spanduk.
Kosakata dan frase khas spanduk adalah KERUKUNAN, SESAMA, MASYARAKAT, MARILAH KITA, DENGAN ME-(kata kerja)-KAN dan lain-lain. Kalau ingin menambahkan, silakan tengok spanduk terdekat.
Entah otak mana yang memikirkan kata-kata seperti itu. Saya ingin tahu, buku-buku apa saja yang mereka baca dalam hidupnya. Pendidikan Moral Pancasila: advanced edition? Jenderal-Jenderal Itu Benar-Benar Dimakan Burungnya? Beli di mana tuh bukunya?
Lebih parah lagi bila di otak copywriter spanduk terbersit keinginan untuk tampak lebih “internasional”. Si copywriter–yang biasanya lumayan berjabatan di institusi birokrat terkait–memutuskan memakai bahasa inggris!
Maka dibentangkanlah spanduk-spanduk, disebarlah pamflet-pamflet, didirikanlah plang-plang, berbahasa inggris tak tepat. Padahal pesan-pesan yang dibawa bukan ditujukan untuk orang asing, melainkan untuk penduduk negeri sendiri yang bisa berbahasa Indonesia.
Ah, teringat plang “jauhi narkoba” dengan “hide drug” sebagai terjemahannya. Ini saya tambahkan sedikit.

FEEL SAVE ON THE WAY
dari pamflet kampanye Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya

STOP DRUGS GO HEALTH YOUR LIFE
spanduk di depan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya
Naif Al'as
6 July 2008 @ 2:31 pm
Pertamax!
Tumben apdet blog?
dodi
6 July 2008 @ 2:40 pm
@naif : jaaaah! elu tuh yg udah tiga bulan lebih ga ngapdet!
Naif Al'as
6 July 2008 @ 2:43 pm
wahahahahaa =))
Lagi gak ada inspirasi dod.
[BY]onicS
6 July 2008 @ 2:58 pm
Feel Save to blog?
arjuna
6 July 2008 @ 4:35 pm
cuma mo komen
kalo nyepam di plurk emang bisa bikin orang buka blog dan komen
dodi
6 July 2008 @ 7:35 pm
terimakasih, @arjuna. gue jadi feel save to blog, seperti kata @budiyono.
eanjrit. kok berasa plurking sih. *pindah tab*
ekaditya
8 July 2008 @ 9:03 am
yang ga gape bahasa inggris boleh komeng ga?
dodi
8 July 2008 @ 10:18 am
@ekaditya: lo curhat ya? eh, i’d expect ama i expect itu beda!
Raffaell
8 July 2008 @ 7:11 pm
Wah, komentator ato kontributor ? ehehehehehe
cta
9 July 2008 @ 12:42 pm
hmm hmmm hmmm.. dodi mulai kesal
wakakakakakakakak
hide drug yang mereka maksut tuh apa sih terjemahan bebasnya?
sembunyikan narkoba (yang kamu pakai, kalau ada petugas?) apa pake narkoba sembunyi tangan? ato sembunyikan narkoba dari pemakai?
ato invisible drug?
*mulai ngaco akibat drug(s)*
Adam Sundana WeBlog
12 July 2008 @ 4:47 pm
hidup anti narkoba!
dimas
16 July 2008 @ 2:13 pm
hehehe.. polisi biat keliatan keren dikit lah.. apalagi bentar lagi mau ada polisi internet… keren tuh
arie
25 July 2008 @ 7:49 pm
waw apdet apdet
wahihihi
8zone
13 August 2008 @ 12:10 am
Peace That Real Beautiful
wicak
19 August 2008 @ 9:55 am
pertamaxx!!!
(maksudnya pertama kali gue komen disini)
iya, gimana caranya supaya pesan ini tersampaikan ke para aparat? apa mereka baca blog mu?
Spirulina
20 August 2008 @ 4:28 am
Fajna stronka, bede tu wpadal czesciej, pozdro
azil
9 October 2008 @ 1:48 pm
eh baru nyadar themesnya sama
*keplak wartawan