<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gravitasi Hidup &#187; Komunikasi</title>
	<atom:link href="http://gravity.web.id/category/komunikasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gravity.web.id</link>
	<description>..di kota yang tak kunjung redup</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Mar 2010 07:44:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Semua Terekam Tak Pernah Mati</title>
		<link>http://gravity.web.id/2008/08/04/semua-terekam-tak-pernah-mati/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2008/08/04/semua-terekam-tak-pernah-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 00:41:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[adam air]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2008/08/04/semua-terekam-tak-pernah-mati/</guid>
		<description><![CDATA[Mana transkrip yang benar?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah rekaman bocor. Katanya rekaman dari kokpit Boeing 737–4Q8 Adam Air penerbangan DHI-574, yang nyungslep di Selat Makassar, 1 Januari 2007.</p>
<p>Membaca blog <a href="http://hydevilist.wordpress.com/">Rinintha Pradiza</a>, yang tampaknya pernah terlibat (langsung maupun tidak) aktivitas Komisi Nasional Keselamatan Transportasi, saya terkesan bahwa <a href="http://hydevilist.wordpress.com/2008/08/02/adam-air-black-box-recording-leaked-to-the-media/">rekaman itu valid</a>. &#8220;&#8230;It is in fact the real deal,&#8221; kata dia.*</p>
<p>Orang kemudian membandingkan rekaman itu dengan transkrip dari <a href="http://www.dephub.go.id/knkt/">KNKT</a>. Bila transkrip versi rekaman benar berasal dari kokpit pesawat terkait, maka mestinya transkrip KNKT itu tak persis dengan rekaman sebenarnya. Namun bila transkrip KNKT benar, maka rekaman beredar tentunya bukanlah <em>the real deal</em>.*</p>
<p>Sejumlah pejabat menegaskan rekaman itu tak otentik, tapi tak menyebut apakah ia identik dengan rekaman kokpit yang asli. Tentu saja, bila para pejabat mengakui rekaman itu identik, akan ada yang marah-marah.</p>
<p>Tak baiklah bila terlalu sering pejabat digonta-ganti.</p>
<p>*paragraf diedit demi kemaslahatan umat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2008/08/04/semua-terekam-tak-pernah-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inggris Di Spanduk Aparat</title>
		<link>http://gravity.web.id/2008/07/06/inggris-di-spanduk-aparat/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2008/07/06/inggris-di-spanduk-aparat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 07:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[aparat]]></category>
		<category><![CDATA[inggris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2008/07/06/inggris-di-spanduk-aparat/</guid>
		<description><![CDATA[Aparat dari Indonesia untuk Indonesia sebaiknya tidak usah sok inggris.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Birokrat dan seluruh aparat negeri ini terbiasa melakukan sosialisasi lewat spanduk, pamflet, plang, atau sejenisnya. Kalau pernah menengok anggaran belanja suatu institusi, dan menemukan mata anggaran sosialisasi, yakinlah bahwa pelaksanaannya tak akan jauh-jauh dari spanduk dkk.</p>
<p>Maka, di berbagai sudut kota, terlihatlah deretan kata-kata berisi pesan-pesan dalam bahasa yang khas. Misalnya &#8220;DENGAN MENINGKATKAN KESADARAN BERTOLERANSI DAN MEMAHAMI SESAMA, KITA RAYAKAN KEBANGKITAN NASIONAL PENUH SUKACITA&#8221;. Contoh ini memang ngarang. Tapi seperti itulah bahasa spanduk.</p>
<p>Kosakata dan frase khas spanduk adalah KERUKUNAN, SESAMA, MASYARAKAT, MARILAH KITA, DENGAN ME-(kata kerja)-KAN dan lain-lain. Kalau ingin menambahkan, silakan tengok spanduk terdekat.</p>
<p>Entah otak mana yang memikirkan kata-kata seperti itu. Saya ingin tahu, buku-buku apa saja yang mereka baca dalam hidupnya. Pendidikan Moral Pancasila: advanced edition? Jenderal-Jenderal Itu Benar-Benar Dimakan Burungnya? Beli di mana tuh bukunya?</p>
<p>Lebih parah lagi bila di otak copywriter spanduk terbersit keinginan untuk tampak lebih &#8220;internasional&#8221;. Si copywriter&#8211;yang biasanya lumayan berjabatan di institusi birokrat terkait&#8211;memutuskan memakai bahasa inggris!</p>
<p>Maka dibentangkanlah spanduk-spanduk, disebarlah pamflet-pamflet, didirikanlah plang-plang, berbahasa inggris tak tepat. Padahal pesan-pesan yang dibawa bukan ditujukan untuk orang asing, melainkan untuk penduduk negeri sendiri yang bisa berbahasa Indonesia.</p>
<p>Ah, teringat plang &#8220;<a href="http://images.google.com/images?um=1&amp;hl=en&amp;safe=off&amp;client=firefox-a&amp;rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&amp;q=%22hide+drug%22+%22jauhi+narkoba%22&amp;btnG=Search+Images" title="search google images">jauhi narkoba&#8221; dengan &#8220;hide drug&#8221;</a> sebagai terjemahannya. Ini saya tambahkan sedikit.</p>
<p><a href="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/feelsave.jpg"><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/feelsave_kcl.jpg" align="bottom" height="180" width="240" /></a><br />
FEEL SAVE ON THE WAY<br />
dari pamflet kampanye Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya</p>
<p><a href="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/spanduk.jpg"><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/spanduk_kcl.jpg" align="bottom" height="180" width="240" /></a>  <a href="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/spandukfull.jpg"><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/spandukfull_kcl.jpg" align="bottom" height="180" width="240" /></a><br />
STOP DRUGS GO HEALTH YOUR LIFE<br />
spanduk di depan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2008/07/06/inggris-di-spanduk-aparat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aduh Telkom Speedy</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/11/14/aduh-telkom-speedy/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/11/14/aduh-telkom-speedy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2007 17:29:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<category><![CDATA[speedy]]></category>
		<category><![CDATA[telkom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/11/14/aduh-telkom-speedy/</guid>
		<description><![CDATA[Telkom Speedy memutuskan mengotak-atik entah-mesin-apa-namanya miliknya. Mungkin karena ada kabel tertindih meja di Pusat Kabel Nasional Telkom, tiba-tiba para pelanggannya tak bisa mengakses banyak situs. Yahoo, misalnya. Bayangkan betapa krusialnya Yahoo bagi kita]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Warung langganan tempat saya makan, kala masih kuliah, letaknya tak jauh dari rumah kos. Cukup berjalan kaki sedikit, sampailah di tempat si Babeh. Menunya standar, nasi dengan berbagai lauk. Walau warungnya kecil, tapi perabot dan perangkat makannya selalu bersih.</p>
<p>Babeh selalu ramah kepada pelanggannya. Bahkan teman saya yang sering minta dibuatkan jus pisang pun diladeni. Ya, jus pisang. Rasanya gak aneh-aneh amat, kok. Kira-kira seperti pisang diblender, lah.</p>
<p>Pagi hari saat dagangan warung belum buka, biasanya sudah ada satu-dua pelanggan yang datang minta makan. Kalau belum masak, Babeh mohon permakluman. Kalau mau tunggu, silakan. Kalau mau cari tempat lain, ditunjukkan. Bila item tertentu dagangannya habis, Babeh pun selalu minta maaf.</p>
<p>Begitulah Babeh dan warung makanannya.</p>
<p>Coba kita bandingkan dengan <a href="https://portal.telkomspeedy.com/index.php">Telkom Speedy</a>. Tak usahlah kita singgung masa silam, di mana dengan <a href="http://omt.telkom.net.id/product/view/23?OMTID=45df447ea6420024fadc5c3ed3f9ba40">harga mencekik</a>, <a title="BUMN Milik Negara">BUMN</a> (yang menguasai hajat hidup orang banyak tapi dimiliki Singapura) itu menangguk uang dari bengkaknya tagihan pelanggannya. Sekarang Telkom Speedy bertarif lebih murah, dengan administrasi lebih mudah, dan jangkauan lebih luas.</p>
<p>Pada suatu hari yang indah, baru-baru ini, Telkom Speedy memutuskan mengotak-atik entah-mesin-apa-namanya miliknya. Mungkin karena ada kabel tertindih meja di Pusat Kabel Nasional Telkom, tiba-tiba para pelanggannya tak bisa mengakses banyak situs. Yahoo, misalnya. Bayangkan betapa krusialnya <strong>Yahoo</strong> bagi kita. Tepatnya <strong>Yahoo Messenger</strong> (karena kita harus tampak <em>online</em> walau status <em>busy</em> atau <em>idle</em>). Yah, kita juga harus akui masih ada yang memanfaatkan Yahoo untuk email.</p>
<p>Saya sendiri merasakan terbatasnya akses selama tiga hari lebih. Ke mana kita cari penjelasan? Tentu saja ke <a href="https://portal.telkomspeedy.com/index.php">situsnya</a>. Alhamdulillah masih bisa diakses. Tapi sejuta topan badai, tak ada setitik pun penjelasan soal penyebab gangguan, sejak kapan tepatnya, kira-kira hingga kapan, apa yang sudah dilakukan Telkom untuk mengatasinya, apa dampaknya bagi muggle-muggle pelanggannya (seperti saya), kompensasi bagi pelanggan (misalnya diskon 68 persen bagi pengguna time-based, dan tambahan kuota 0,68 GB bagi pelanggan volume-based), apalagi permintaan maaf.</p>
<p>Di hari kesekian, barulah muncul penjelasan di <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/09/time/185055/idnews/850702/idkanal/328">detikinet</a>. Itu pun mungkin setelah orang situ ngomel-ngomel Speedy hanya bisa buka <strong>Gmail</strong>, padahal dia tidak tergabung ke milis-milis junk yang berbahagia.</p>
<p>Di <a href="https://portal.telkomspeedy.com/index.php">situsnya</a> hanya ada beberapa berita lama, padahal di sana ada tajuk &#8220;NEWS, Informasi terkini seputar Speedy&#8221;. Ada pula yang berbau promo. Dan ada sejenis typo. &#8220;<a href="http://72.14.253.104/search?q=cache:RD4vzlGI57gJ:https://portal.telkomspeedy.com/index.php+%22telkoms%22&amp;hl=en&amp;ct=clnk&amp;cd=3">Telkoms</a>&#8220;. Oh yes. Enough with one Telkom. Don&#8217;t give us Telkoms, please!</p>
<p>Tapi Telkom mungkin tenang saja. Di negeri ini, perkara kualitas layanan yang buruk bukan monopoli TLKM. Ngedumel ini pun masih lewat Speedy. Hihihi. *Nunggu galian kabel tukang internet lain*</p>
<p>Catatan: nemu dari google, ternyata ada <a href="http://www.petitiononline.com/tspeedy/petition.html">Petisi Mengecam Telkom Speedy</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/11/14/aduh-telkom-speedy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indosat-M3 Sampai ke Alam Siluman!</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/07/17/indosat-m3-sampai-ke-alam-siluman/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/07/17/indosat-m3-sampai-ke-alam-siluman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 19:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/07/17/indosat-m3-sampai-ke-alam-siluman/</guid>
		<description><![CDATA[Bekerja sebagai petugas call center layanan seluler kadang kala bisa berat. Pertanyaan dari pelanggan bisa merepotkan. Baik yang mudah maupun yang susah, di mana jawabannya tak tercantum di buku panduan jawaban.
Baru-baru ini, sebuah file .mp3 tersebar di milis tertentu. File berisi rekaman telepon di call center Indosat-M3 dengan seorang pelanggannya. Si pelanggan bernama Until, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.kkppi.go.id/graph/indosat-m3-2.gif" align="left" />Bekerja sebagai petugas call center layanan seluler kadang kala bisa berat. Pertanyaan dari pelanggan bisa merepotkan. Baik yang mudah maupun yang susah, di mana jawabannya tak tercantum di buku panduan jawaban.</p>
<p>Baru-baru ini, sebuah file .mp3 tersebar di milis tertentu. File berisi rekaman telepon di call center <a href="http://www.m3-access.com/">Indosat-M3</a> dengan seorang pelanggannya. Si pelanggan bernama <strong>Until</strong>, dan petugas call center bernama <strong>Etus</strong>. Dari tarikan napas dan intonasinya, Until mungkin biasa dikategorikan sebagai &#8220;anak kecil&#8221;. &#8220;Yang pasti mah orang Sunda,&#8221; kata <a href="http://www.google.com/search?hl=en&amp;q=sandy+indra+pratama&amp;btnG=Google+Search">Sandy Indra Pratama</a>, rekan sekantor saya, usai mendengar rekaman itu.</p>
<p>File ini berdurasi 3 menit 49 detik. Dimulai dengan standar obrolan petugas call center yang bertanya nama dan nomor telepon pelanggan, setelah terlebih dulu memperkenalkan diri.</p>
<p>Until bertanya pada Etus, apakah M3 bisa dipakai di luar angkasa.&#8221;Maksudnya di luar angkasa mana,&#8221; wajar saja Etus bertanya balik. Until mengulang lagi, &#8220;di luar angkasa.&#8221;<br />
&#8220;Tidak bisa. Terbakar kalau di luar angkasa,&#8221; Etus menjawab tak ketus.</p>
<p>&#8220;Di bulan?&#8221;<br />
&#8220;Bulan apa?&#8221;<br />
&#8220;Di bulan, bulan atas.&#8221;<br />
&#8220;Tidak bisa, ibu. Karena sinyalnya tidak dapat. Terbang aja susah, gimana ke bulan, ibu,&#8221; Etus mulai ikut sedikit bercanda. Atau mungkin sadar sedang menghadapi anak kecil.</p>
<p>&#8220;Orang-orang buktinya bisa ke bulan. Maksudnya, supaya komunikasi lancar antara orang-orang yang sedang penelitian dengan orang yang di bumi,&#8221; Until berargumen.<br />
&#8220;Ooo,&#8221; Etus sepertinya tak paham betul. &#8220;Ibu ingin ke bulan?&#8221; Ada hening sebentar. &#8220;Halo Bu Until, ingin ke bulan?&#8221; Terucaplah pertanyaan paling baik yang bisa dilontarkan seorang petugas call center.<br />
Until mengiyakan dengan alasan pernah mendengar ada kehidupan di bulan. Etus, tak bisa lagi berkelit, mengakui bahwa M3&#8230;.. tak bisa dipakai di bulan.<br />
&#8220;Ya sudah saya kasih saran. Untuk ke depannya, M3 bisa dipake di bulan,&#8221; ujar si Until. Etus menjawab dengan jurus pamungkas, &#8220;Baik. Nanti saya informasikan ke bagian terkait.&#8221;</p>
<p>Tapi pertanyaan Until tidak berhenti di situ. Apakah M3 bisa dipakai di matahari? Ke bintang? Di dalam laut? Tentu saja Etus jujur menjawab, tidak bisa. &#8220;Iya, makanya jadi pionir untuk M3,&#8221; Until menyarankan. Apa daya seorang petugas call center? Maka Etus menjawab, &#8220;Nanti diusakan, Ibu Until, ya&#8230;&#8221;</p>
<p>Sayangnya, Until belum selesai. Pertanyaan selanjutnya agak melegakan bagi si petugas call center. Bisakah M3 dipakai di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) alias pom bensin? Etus tentu mengiyakan.<br />
&#8220;Gak meledak?&#8221;<br />
&#8220;Tidak&#8221;<br />
&#8220;Kok waktu itu saya menggunakan, SPBU-nya meledak ya?&#8221;<br />
&#8220;&#8230;.&#8221;</p>
<p>Ada lagi pertanyaan soal penggunaan M3 di toilet. &#8220;Bisa. Kenapa tidak,&#8221; si petugas menjawab dengan menambahkan kalimat tanya retoris&#8211;yang terbukti bukan pilihan bagus.<br />
&#8220;Nanti kalau orang yang diteleponnya bau, waktu saya lagi berak?&#8221;<br />
&#8220;<em>&#8230;&#8230;. Seperti itu, ya. Baik. Ada lagi?&#8221;</em><br />
&#8220;Itu jawab dulu.&#8221;<br />
<em>&#8220;Kenapa?&#8221;</em><br />
&#8220;Kalo saya sedang berak di WC kan pake handphone.&#8221;<br />
<em>&#8220;Jangan, nanti jatuh ke WC-nya, ibu. Seperti itu, ya.&#8221;</em><br />
&#8220;Kan supaya berkomunikasi dengan orang.&#8221;<br />
<em>&#8220;Bagaimana?&#8221;</em><br />
&#8220;Baunya tersebar ga lewat handphone?&#8221;<br />
<em>&#8220;Tidak, ibu.&#8221;</em><br />
&#8220;Kenapa?&#8221;<br />
<em>&#8220;Emang tidak bisa.&#8221;</em><br />
&#8220;Ooo. Bisa deh?&#8221;<br />
<em>&#8220;Tidak bisa.&#8221;</em><br />
&#8220;Ya udah, untuk ke depannya M3 bisa, supaya baunya tersebar&#8230;&#8221;</p>
<p>Belum! Belum selesai!<br />
&#8220;Di alam siluman?&#8221;<br />
<em>&#8220;Ada lagi pertanyaan terkait produk M3?&#8221;</em><br />
&#8220;Di surga neraka bisa gak?&#8221;<br />
<em>&#8220;Ada lagi &#8230;&#8230;&#8230; ?&#8221;</em></p>
<p>&#8220;M3 itu murah ya?&#8221;<br />
<em>&#8220;Luas sekali, ibu.&#8221;</em></p>
<p>Hening.<br />
<em>&#8220;Bagaimana Ibu Until, ada lagi yang bisa saya bantu?&#8221;</em></p>
<p>*nada telepon putus*</p>
<p><em>&#8220;Baik. Terima kasih telah menghubungi Indosat.<br />
&#8220;Selamat pagi.&#8221;</em></p>
<p>Oke. Mungkin saja file rekaman ini fiktif alias dibuat-buat oleh seseorang. Hmm, dua orang. Siapa sih orang bernama Until? Juga: Etus? Tapi meski begitu gapapa, lah. Lucu, hehehe. Kalau rekaman ini benar, wow. M3 memang no limits.</p>
<p>Sila mengunduh di <a href="http://gudangupload.com/filelink.php?filecode=46f5f42c687b21c6893fe9835f9d017a3749c01f986415aca4a69873235dbd90">gudangupload</a> (33 hari) atau di <a href="http://www.jogjaupload.com/filelink.php?filecode=fd60ac7f0fc6d2993b994b62d36ba95c5ed3719e4a2d55d65bc3330778d8b7f6">jogjaupload</a> (10 hari).</p>
<p>*<em><a href="http://bayu.freelancer.web.id/">Arif</a> memforward file ini ke <a href="http://groups.google.com/group/id-gmail">Kampung Gajah</a> dari &#8220;milis sebelah&#8221; (kata dia, lho)</em>.<a href="http://blog.abepoetra.com/"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/07/17/indosat-m3-sampai-ke-alam-siluman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PANDI si Pengelola Domain</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/07/03/pandi-si-pengelola-domain/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/07/03/pandi-si-pengelola-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 17:08:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[PANDI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/07/03/pandi-si-pengelola-domain/</guid>
		<description><![CDATA[Bila terjadi ketidaknyamanan atas layanan PANDI dalam mengelola pendaftaran Nama Domain .ID untuk beberapa waktu kedepan diharapkan pengguna Nama Domain .ID harap maklum dikarenakan dalam proses migrasi pengelolaan dari DEPKOMINFO ke PANDI.
Kalimat di atas tercantum di www.pandi.or.id, halaman resmi Perkumpulan Pengelola Nama Domain Indonesia alias PANDI (yang harus pakai &#8220;www&#8221; di address bar). Tepatnya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Bila terjadi ketidaknyamanan atas layanan PANDI dalam mengelola pendaftaran Nama Domain .ID untuk beberapa waktu kedepan diharapkan pengguna Nama Domain .ID harap maklum dikarenakan dalam proses migrasi pengelolaan dari DEPKOMINFO ke PANDI.</p></blockquote>
<p>Kalimat di atas tercantum di www.pandi.or.id, halaman resmi <a href="http://www.pandi.or.id">Perkumpulan Pengelola Nama Domain Indonesia</a> alias <a href="http://www.pandi.or.id/" title="pandi">PANDI</a> (yang harus pakai &#8220;www&#8221; di <em>address bar</em>). Tepatnya di poin nomor tujuh. Tidak terlalu mengesalkan, walau PANDI sempat berkomitmen resmi mengelola domain .ID mulai 1 Juli 2007. Yaah, di antara semua birokrasi di negeri ini, PANDI toh hanya satu birokrasi lainnya hehehe.</p>
<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/pandi.png" alt="pandi tuh" title="pandi tuh" align="left" />Ceritanya, Senin (2/7) pagi, saya menghubungi telepon yang tercantum di halaman <a href="http://www.pandi.or.id/index.php?option=com_contact&amp;Itemid=3">&#8220;hubungi kami&#8221;</a>. Saya ingin tanya-tanya soal .WEB.ID yang, bersama domain level-dua lainnya (.CO.ID, .OR.ID, dll), mulai berbayar pada 1 Juli &#8211;seperti kata si PANDI.</p>
<p>Di ujung telepon (sekantor dengan <a href="http://www.apjii.or.id/">APJII</a>, tentu) ada Ibu Wiwid yang menerima. &#8220;Silakan kirim email ke info at pandi dot o-r dot i-d,&#8221; kata Ibu Wiwid (atau Wiwied atau Wiwit atau Uwiuwiedh, dll), sambil menerangkan bahwa sistem mereka belum berjalan sepenuhnya. Dia berjanji akan ada email balasan yang menerangkan prosedur perpanjangan pemilikan domain.</p>
<p>Lebih 12 jam berlalu, email balasan tak kunjung datang. Saat menulis ini, ternyata di halaman PANDI sudah ada <a href="http://www.pandi.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=17&amp;Itemid=33">nomor rekening tujuan transfer</a> pembayaran. Tapi jadi ragu-ragu. Diulur-ulur dulu deh, mumpung masih ada tenggang waktu hingga Agustus, kalo tidak salah. Huhu.</p>
<p>Saya memang pelanggan (sudah bisa dibilang begitu, kan) .ID awam. Tidak mengerti ini-itu, tahunya cuma bayar dan ikuti petunjuk saja. Tapi bolehlah saya mengomentari logo PANDI, seperti di gambar di atas. Kok garing sih. Ada spasi kosong yang membuat gatal ingin menambahkan huruf lain. R, misalnya. *Belum kepikiran huruf lain*</p>
<p><em>UPDATE (3/7):<br />
</em>Jawaban dari PANDI masuk ke inbox pada Selasa (3/7) pukul 10.01 pagi. Sebelumnya, saya mengirim email pertanyaan pada Senin (2/7) pukul 11:09 pagi. Menurut email itu, pembayaran domain bisa melalui transfer ke rekening BCA 0353095665.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/07/03/pandi-si-pengelola-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
