<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gravitasi Hidup &#187; Ulasan</title>
	<atom:link href="http://gravity.web.id/category/ulasan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gravity.web.id</link>
	<description>..di kota yang tak kunjung redup</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Mar 2010 07:44:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Film Merantau: Silat Bukittinggi, Sutradara Inggris</title>
		<link>http://gravity.web.id/2009/08/01/film-merantau-silat-bukittinggi-sutradara-inggris/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2009/08/01/film-merantau-silat-bukittinggi-sutradara-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 07:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m.dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[Blitz Megaplex]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[ Kapan terakhir kali nonton film Indon ciat-gedebuk? Lupa persisnya, tapi saya ingat beberapa tahun lalu ada gelombang sinetron silat. Ceritanya seperti di komik-komik silat jadul. Kalo tak salah, ada juga sinetron laga dengan bintang Roger Danuarta, ya? 
 Tapi sekarang ada film   Merantau  . Trailernya sudah beredar sejak tahun lalu. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" src="http://gravity.web.id/wp-content/uploads/2009/08/merantau.jpg" align="left" alt="merantau.jpg" /> Kapan terakhir kali nonton film Indon ciat-gedebuk? Lupa persisnya, tapi saya ingat beberapa tahun lalu ada gelombang sinetron silat. Ceritanya seperti di komik-komik silat jadul. Kalo tak salah, ada juga sinetron laga dengan bintang Roger Danuarta, ya? </p>
<p> Tapi sekarang ada film <em>  Merantau </em> . Trailernya sudah beredar sejak tahun lalu. Di situsnya diceritakan segala macam soal proyek film Rp 15 miliar dengan sutradara Inggris, Gareth Evans, itu. </p>
<p> Beberapa hari lalu saya ikut menonton filmnya, yang resmi masuk bioskop (Blitz?) mulai 6 Agustus. Kesan akhir singkat: laganya memang betul dahsyat. Internesyenel, dah. </p>
<p> Filmnya lumayan lama, hampir 2,5 jam. Satu jam terakhir betul-betul padat dengan laga pencak silat. Di gang-gang kecil, dalam klab malam, di jembatan penyeberangan orang, di kompleks rusun (Rusun Klender), di atap gedung, duel dalam lift, hingga dua lawan satu pamungkas sebagai puncak film. </p>
<p> Koreografi tarungnya memang diarahkan oleh ahli silat. Bintang-bintangnya pun bermodal penguasaan dasar ilmu bela diri, termasuk Iko Uwais, memerankan tokoh utama Yuda. </p>
<p> Yuda, dari kampungnya di Bukittinggi yang hijau nian, memutuskan merantau, yang digambarkan sebagai tradisi kehormatan seorang lelaki. Cita-citanya mengajar silat di Jakarta kampret ini. </p>
<p> Di Jakarta, dia malah bertemu Astri (Sisca Jessica, tampak fisik seperti versi beta Agnes Monica), penari yang dikuras duitnya oleh bos klab, Johni (Alex Abbad). Johni hendak menjual Astri ke sindikat pedagang pecun (yang mengekspor cewe-cewe pake.. kontainer!), yang mana tentu saja Yuda mati-matian mencegah. </p>
<p> Dengan situasi itu, tentu saja puluhan tukang pukul berdatangan sepanjang film mencegat Yuda. Saking sibuknya berlaga, Yuda sepanjang film tak pernah berganti pakaian. Semakin lama durasi film, makin dekil bajunya. </p>
<p> Film ini untuk dewasa! Membawa anak menonton The Dark Knight masih lebih mulia. Di Merantau, darah berceceran di mana-mana. Walau warnanya sering mirip sirop, tapi yang tak biasa menonton acara kriminal atau tayangan korban bom Marriott 17/7 di teve, bisa mual dan terkaget-kaget. </p>
<p> Ada juga setumpuk kosa kata makian yang muncul di film. Binatang berlompatan dari mulut si germo Johni. Astri sendiri sangat gemar mengucap &#8220;taiik!&#8221; yang hampir semuanya ditujukan pada Johni. </p>
<p> Waktu saya menonton film ini, di layar terpampang pula subtitel Bahasa Inggris yang terjemahannya sering tak persis dengan maksud yang kita pahami. Untungnya saya Indon, jadi tak begitu butuh subtitel itu. Di awal film yang bertabur bahasa Padang, subtitel juga tak tepat. Lebih baik tanyalah ke orang Padang terdekat. </p>
<p> Sekali lagi, ini film laga. Jadi, sekitar satu jam pertama, ingat-ingatlah ini. Yakinlah bahwa rentetan ciat gedebuk bakal segera datang. Tak usah berharap si Astri bakal stripping. Juga tak ada romansa fisik yang maksa, kok. Oh ya, kalau di film lain aparat selalu terlambat datang, di film ini malah tak datang-datang. Jangankan polisi, satpam pun gak ada. Agak aneh juga karena, setahu kita, gagal maupun suksesnya sindikat demikian sangat butuh peran aparat. </p>
<p> Saya rasa, film ini wajib ditonton karena tata laga yang dahsyat&#8211;dengan pencak silat yang ditegaskan sebagai pusaka Indonesia (bukan Malaysia). Sinematografi adalah bonusnya: keren bukan hanya saat adegan laga, tapi juga saat mengeksploitasi keindahan Bukittinggi. </p>
<p> Semoga saja ada sineas nasional yang menyusul membuat film laga yang beneran merah-putih. Minimal naskah, dialog dan konfliknya jadi beneran terasa Indonesia-nya. Masak warga gak berkerumun pas ada yang bonyok/bertumbangan? Wisata musibah kan budaya kita. </p>
<p> 
<ul>  Beberapa cuplikan adegan yang teringat:  <br /> 
<li>   Yuda lapar dan mencari makan di warung terdekat. Ditanya sama Mas Warung, mau makan apa. &#8220;Sate padang, Pak,&#8221; kata Yuda.  </li>
<li>   Johni heran kenapa Yuda begitu ngotot melindungi Astri. Kata Johni, &#8220;Cantik sih, tapi secantik pecun-pecun lain.&#8221;  </li>
<li>   Yuda dikejar penjahat yang menunggangi motor. Untuk menghambat pengejar, segala barang yang ditemukan dilemparkan. Di ujung gang, ada orang lewat bawa handuk dan gayung. Yuda menyabet ujung handuk. Pemilik handuk refleks menangkap ujung lain untuk menahan handuknya dijambret. Nah handuk pun terbentang, menjegal leher pengejar bermotor. Yuda cabut, meninggalkan pemilik handuk yang tampangnya bengong pooool buanget.  </li>
</ul>
<p> Selamat menonton, lah. *pegel anjeeeh ngetik dari hape!* </p>
<p>Posted by <a href="http://wordmobi.googlecode.com">Wordmobi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2009/08/01/film-merantau-silat-bukittinggi-sutradara-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>63 Tahun Dengan Empat Bendera</title>
		<link>http://gravity.web.id/2008/08/17/63-tahun-dengan-empat-bendera/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2008/08/17/63-tahun-dengan-empat-bendera/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 14:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI 63]]></category>
		<category><![CDATA[kalla]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2008/08/17/63-tahun-dengan-empat-bendera/</guid>
		<description><![CDATA[Ada empat bendera di logo HUT RI ke-63 tahun ini. Kenapa?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama kali melihat logo 63 Tahun Kemerdekaan Indonesia, <a href="http://www.plurk.com/p/2h0zo">saya bertanya-tanya</a>. Kenapa jumlah benderanya harus empat buah? Agak iseng, memang. Namun, saya kira, banyak konstituen republik ini yang percaya angka empat itu angka &#8220;mati&#8221;.</p>
<p>Saya pun menengok ke belakang. Ternyata jumlah bendera pada logo HUT RI selalu bertambah satu sejak tahun 2005. Satu bendera pada 2005, dua pada 2006, tiga pada 2007 dan tahun ini pun menjadi empat. Deduksi serampangan yang bisa saya ambil: ini hitungan bendera sejak SBY-JK terpilih sebagai pasangan bos eksekutif negeri ini. Hehe.</p>
<p align="center"><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/60.jpg" height="97" width="101" /><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/61.jpg" height="97" width="101" /><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/62.jpg" height="97" width="101" /></p>
<p>Pasangan SBY-JK memang terpilih pada 2004. Tapi 17 Agustus tahun itu, tahun ke 59 sejak 1945, bos eksekutif RI masih <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Megawati_Sukarnoputri">Bu Mega</a> dan&#8230; errr&#8230; siapa sih RI-2 jaman itu? Ah iya. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hamzah_Haz">Hamzah Haz</a>! Hehehe. Ini wakil presiden yang pernah bikin heboh karena rombongannya masuk <em>busway</em> di tengah macet Ibu Kota. Kabarnya, RI-2 saat itu sedang tidur sehingga tak sadar dipelototi pengguna jalan lainnya.</p>
<p>Agak sulit (kurang gigih, sih) mencari logo HUT RI ke-59. Tapi di arsip foto KBRI Canberra, anda bisa melihat logo itu di <a href="http://www.kbri-canberra.org.au/images/events/040817_4.jpg">foto ini</a>.</p>
<p>Di luar soal logo HUT RI ini, saya mengucapkan duka pada tahun ke-63 sejak proklamasi RI merdeka. Sebab, negara ini masih dilingkupi korupsi, pelayanan publik masih penuh pungutan liar, dll dll. Tapi, kita harus yakin, lilin harapan itu belum mati. If there is a will&#8230; ah sudahlah.</p>
<p>Ayo maju, maju!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2008/08/17/63-tahun-dengan-empat-bendera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zobar Jangan Pulang Malam</title>
		<link>http://gravity.web.id/2008/01/04/zobar-jangan-pulang-malam/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2008/01/04/zobar-jangan-pulang-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 04:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2008/01/04/zobar-jangan-pulang-malam/</guid>
		<description><![CDATA[Dua musuh bertemu untuk menuntaskan dendam lama di penjara Thailand. Bisnis narkoba tak pernah mati, walau tumbal nyawa bergelimpangan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Novel ini dibuka dengan angin kencang yang dingin pada suatu siang di Paris, tahun 2001. Dari kejadian penusukan misterius di sebuah kafe di Place Pigalle, 18Ã?Â©me Arrondisement, novel ini merambah separuh bumi.</p>
<p>Novel &#8220;Zobar&#8221;, yang adalah nama tokoh utamanya, bercerita tentang lika liku perang jaringan narkoba internasional. Zobar yang sudah insaf terpaksa bertemu musuh lamanya yang dibekingi <a title="Drugs Enforcement Administration">DEA</a>. Untuk menyeimbangi kekuatan, Zobar menggaet temannya agen <a title="Central Intelligence Agency">CIA</a>.</p>
<p>Tokoh-tokoh multibangsa bersalingsilangan di novel ini. Orang Nigeria, Perancis, Inggris, hingga seniman asli Jawa yang ngepos di Bali. Semuanya berawal dari satu titik mula: sebuah penjara di Thailand, yang dihuni tahanan narkotika dari berbagai bangsa.</p>
<p>Persaingan lama antara Zobar dengan Jean Tibaux, si musuh lama, berlangsung penuh intrik dan pengkhianatan. Tubuh-tubuh pun bergelimpangan. Novel ini cenderung tergolong <em>thriller</em>, dan cerita berlalu dengan cepat sambil berpindah-pindah ke berbagai belahan dunia.</p>
<p>Penulis novel ini adalah Ilham Malayu, penata musik Indonesia tahun 70-an, yang kemudian mendekam 15 tahun di tiga penjara Thailand karena terlibat bisnis narkoba di sana. Tak heranlah, Ilham bisa menggambarkan situasi penjara dengan lancar, juga bagaimana bisnis narkoba berjalan.</p>
<p>Sepertinya, Ilham masih bisa mengembangkan novel ini lebih jauh daripada sekadar 162 halaman. Coba saja baca novel ini. Mungkin anda juga akan merasakan nuansa petualangan Jason Bourne.</p>
<p>&#8212;&#8211;<br />
Judul: Zobar (Jangan Pulang Malam)<br />
Penerbit: Penerbit Republika, Oktober 2007</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2008/01/04/zobar-jangan-pulang-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuh Potret Kata Pesta Blogger 2007</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 19:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Blitz Megaplex]]></category>
		<category><![CDATA[id-gmail]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[pb2007]]></category>
		<category><![CDATA[pb2008]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan yang hadir ke Pesta Blogger 2007, mungkin ratusan blog pula bercerita tentang kesan-pesan kehadiran mereka ke sana. Kopi darat, kenalan kiri kanan, foto sana sini. Kejadian bisa pula dipotret melalui kata-kata!
Potret #1: Kampung Gajah. Ah, lagi-lagi kelompok yang mengklaim sebagai penguasa dunia persilatan blog itu. Duduk paling belakang, berisik pula. Sedikit-sedikit teriak. Jeng Surya! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ratusan yang hadir ke <a href="http://pestablogger.com">Pesta Blogger 2007</a>, mungkin ratusan blog pula bercerita tentang kesan-pesan kehadiran mereka ke sana. Kopi darat, kenalan kiri kanan, foto sana sini. Kejadian bisa pula dipotret melalui kata-kata!</p>
<p><strong>Potret #1</strong>: <a href="http://id-gmail.info">Kampung Gajah</a>. Ah, lagi-lagi kelompok yang mengklaim sebagai <a href="http://hacker.wordpress.com/2007/09/13/5-alasan-kenapa-id-gmail-adalah-penguasa-dunia-persilatan-blog-indonesia/">penguasa dunia persilatan blog</a> itu. Duduk paling belakang, berisik pula. Sedikit-sedikit teriak. Jeng Surya! Meng-huuu sponsor Micr*soft. Mereka bukan komunitas blogger, padahal.</p>
<p><strong>Potret #2</strong>: Seorang pria bernama <a href="http://alexbudiyanto.web.id/">Alex Budiyanto</a> tertarik pada sosok wanita berparas indo, dengan urat di dahinya. <a href="http://maylaffayza.multiply.com/">Maylafayzza</a> memakai gaun berwarna dominan merah, dengan motif bunga. Alex pun mengajak musisi yang juga ngeblog itu berfoto. Setelah antri, karena tak cuma Alex yang ingin berpose dengan artis, ternyata baterai kameranya habis. &#8220;Tunggu, mbak.&#8221;</p>
<p>Baterai baru terpasang, Alex kembali antri setelah menitip kamera ke temannya. Kamera dua kali memotret. Sambil beranjak pergi menjauhi Maylafayzza, Alex bertanya. &#8220;Dia siapa sih? Seleb, kan?&#8221; Gubrag.</p>
<p><strong>Potret #3</strong>: Ventura Elisawati, seorang berposisi lumayan di <a href="http:/xl.co.id">XL</a>, hadir pula di PB2007. Sempat saya tanya soal <a href="http://gravity.web.id/2007/06/12/menghentikan-spam-sms-dari-xl/">SMS spam</a> (misalnya dari 1818 dan 818), Ventura bilang bahwa untuk berhenti &#8220;langganan&#8221; (spam),  XL harus melayani satu-satu tiap permintaan (unsubscribe). Artinya, spam sms itu adalah DEFAULT.</p>
<p><strong>Potret #4</strong>: Masih soal XL, beberapa blogger mengeluh karena tak ada sinyal telepon seluler di auditorium utama Blitz. Hanya sinyal XL &#8211;sponsor&#8211; yang terang benderang. Hehehe.</p>
<p><strong>Potret #5</strong>: Ternyata masih ada blogger yang lebih tua dari <a href="http://perspektif.net">Pak Wimar</a>. Berusia 70 tahun, dia memegang gelar S-3. Wow! Oya, ada pula blogger yang jauh-jauh datang dari Poso. Sambil bercanda, dia bercurhat tak punya biaya untuk pulang. XL menyambar peluang itu. Tiket pulang si blogger pun ditanggung!</p>
<p><strong>Potret #6</strong>: PB2007, singkatnya, berlangsung meriah. Para blogger dan komunitas-komunitasnya datang dan tampak menikmati kopi darat itu. Pada sesi-sesi terpisah, ada yang memutuskan tak mengikuti sesi manapun dan lebih memilih berbincang satu sama lain. Tak masalah! Kabarnya akan ada Pesta Blogger 2008. Di mana tempatnya? Mungkin di Bandung! Setidaknya, itu kata <a href="http://enda.goblogmedia.com">Enda Surya Nasution</a>, Chairman PB2007, di sebuah tempat di Rusun Tenabang. Lelah dan menjelang flu, Enda Surya sempat dipijat di sana.</p>
<p><strong>Potret #7</strong>: Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh, menjamin tak akan ada pembredelan blogger Indonesia. Direktur Jenderal Aplikasi Telematika, Pak Cahyana, secara lisan menantang untuk menaikkan jumlah blogger Indonesia (sekarang kira-kira 130 ribu) menjadi sejuta blogger pada PB2008. Tantangan yang aneh. Lebarkan benwit, turunkan harganya, paksa Microsoft murahkan produknya untuk Indonesia (atau doronglah OS open source), barulah mungkin blogger makin banyak. Maka impian Pak Cahyana (bahwa guru-guru Indonesia berbagi ilmu di blog) bakal makin mudah terwujud.</p>
<p>Kesimpulannya, PB2007 berlangsung <strong>menyenangkan</strong>. Bagi yang serius, banyak hal bisa didapat di sana. Bagi yang datang untuk menyegarkan otak, tak menyesal pula datang ke situ. Terima kasih untuk <strong>panitia</strong>, dan semoga bisa bertemu lagi tahun depan!</p>
<p>Catatan untuk diperhatikan: Hari Blogger Indonesia pada 27 Oktober 2008 akan jatuh di hari SENIN.</p>
<p><em><strong>foto</strong> oleh <a href="http://ryosaeba.wordpress.com">Eko Juniarto</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Secret Supper</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/06/03/the-secret-supper/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/06/03/the-secret-supper/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jun 2007 03:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/06/03/the-secret-supper/</guid>
		<description><![CDATA[Yet another Da Vinci novel? Pertanyaan ini muncul ketika saya melihat sampul novel &#8220;The Secret Supper&#8221; karangan novelis Spanyol Javier Sierra. Bagaimana tidak, di sampul versi Indonesia tercetak &#8220;The Last Supper&#8220;, lukisan terkenal karya Leonardo Da Vinci. Yesus duduk di meja panjang, 12 kawan terdekatnya duduk di sampingnya. Enam di kiri, enam di kanan, membentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/thesecretsupper.jpg" title="cover" alt="cover" align="left" />Yet another Da Vinci novel? Pertanyaan ini muncul ketika saya melihat sampul novel &#8220;The Secret Supper&#8221; karangan novelis Spanyol Javier Sierra. Bagaimana tidak, di sampul versi Indonesia tercetak &#8220;<a href="http://images.google.com/images?hl=en&amp;q=%22the+last+supper%22&amp;btnG=Search+Images&amp;gbv=2" title="Google Images">The Last Supper</a>&#8220;, lukisan terkenal karya Leonardo Da Vinci. Yesus duduk di meja panjang, 12 kawan terdekatnya duduk di sampingnya. Enam di kiri, enam di kanan, membentuk kelompok-kelompok yang terdiri dari tiga orang.</p>
<p>Novel ini berfokus ke (proses pembuatan) lukisan karya Da Vinci yang di dinding biara Dominikan Santa Maria delle Grazie, di Milan. Javier Sierra menggunakan tokoh Bapa Agostino Leyre sebagai narator novel ini. Bapa Leyre diceritakan sebagai Inkuisitor Roma pada zaman Paus Alexander VI. Paus korup ini, punya lima putra dan meyakini dirinya sebagai turunan dewa Osiris dari Mesir, adalah tokoh sejarah yang hidup pada 1431-1503.</p>
<p>Bapa Leyre dititah mengunjungi Milan untuk mencari informasi soal heresi (bid&#8217;ah) di biara Santa Maria delle Grazie. Kisah ini mengambil latar tahun 1497, 50 tahun setelah Gereja Roma menghabisi kaum Kathar &#8211;gerakan heretik yang menolak otoritas Gereja Roma (ya tentunya tidak sesederhana itu).</p>
<p>Novel ini mengklaim mendasarkan 90 persen cerita pada sejarah. Javier Sierra mengajukan sebuah hipotesis menarik soal siapa Leonardo Da Vinci, dan bagaimana statusnya itu mempengaruhi isi lukisan &#8220;The Last Supper&#8221;. Berbeda dengan Dan Brown, Sierra tidak &#8220;mendapuk&#8221; Da Vinci sebagai kepala Persaudaraan Sion yang bertugas melindungi warisan Maria Magdalena. Namun, tokoh Maria tetap memiliki peran penting dalam novel ini.</p>
<p>Kalau Brown memikat pembaca dengan anagram, Sierra membuat pembacanya penasaran dengan Ars Memoriae, sebuah seni Yunani Kuno tentang memasukkan pesan-pesan tertentu ke sebuah lukisan. Menarik sekali! The Last Supper rupanya membawa sebuah pesan rahasia yang tersembunyi di balik 13 tokoh di meja perjamuan terakhir.</p>
<p>Mengenai munculnya Da Vinci di lukisan itu, sebagai Yudas Tadeas (bukan Yudas Iskariot), juga dibeberkan latar belakangnya di novel ini. Sierra menceritakan bahwa Da Vinci melukis wajah Yohanes paling akhir. Rasul Yohanes ini, dalam buku Dan Brown yang mengutip penemuan sebelumnya, diungkapkan sebagai Maria Magdalena. Novel ini menceritakan siapa yang dipilih Da Vinci sebagai model Yohanes &#8211;di lukisan duduk di kanan Yesus. Kepala biara sempat bertanya pada Da Vinci kenapa Yohanes dilukis mirip perempuan. Da Vinci <em>ngeles</em> dengan cantik.</p>
<p>Kontroversi novel ini mungkin ada pada <em>Interrogatio Johannis</em>, alias Injil Yohanes. Injil ini, menurut Sierra di akhir cerita, ditemukan pada 1945 di hulu Sungai Nil. Tigabelas volume, terjilid dengan kulit, ditulis dalam bahasa Koptik, berisikan ajaran Kristus yang tak dikenal di Barat. Sierra bahkan menuliskan bagian awal injil ini di novelnya. Dikenal dengan nama Injil Gnostik, Gereja menolak mengakui injil ini.</p>
<p>Siapa Leonardo Da Vinci? Apa hubungan The Last Supper dengan Yohanes? Mengapa Da Vinci melukis dirinya di tengah Plato dan Marsilio Ficino (1433-1499) si pendiri Akademi Florence &#8211;tempat Renaisans &#8220;terlahir&#8221;? Mengapa kaum Kathar menolak Gereja Roma? Bla bla bla? Dam dam dam? BACA AJA BUKUNYA!</p>
<p>Yang pasti, ini bukan yet another Da Vinci novel seperti saya duga sebelumnya. Saya rasa, novel ini tidak ingin se-&#8221;kafir&#8221; Da Vinci Code. Mungkin juga karena penerjemah Indonesianya, FX Dono Sunardi, paham betul bagaimana membahasakan novel ini tanpa harus mengguncang iman namun tetap menggugah nalar, dengan tidak mereduksi muatan novelnya.</p>
<p>Sudah ya. Saya mo ngembaliin bukunya ke perpustakaan.</p>
<p><em>catatan: </em>The Secret Supper<em> versi Indonesia diterbitkan Serambi pada Maret 2007. </em><em>Aslinya terbit pada 2004, sudah cetak di 39 negara.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/06/03/the-secret-supper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
