<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gravitasi Hidup &#187; Blitz Megaplex</title>
	<atom:link href="http://gravity.web.id/tag/blitz-megaplex/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gravity.web.id</link>
	<description>..di kota yang tak kunjung redup</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Mar 2010 07:44:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Film Merantau: Silat Bukittinggi, Sutradara Inggris</title>
		<link>http://gravity.web.id/2009/08/01/film-merantau-silat-bukittinggi-sutradara-inggris/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2009/08/01/film-merantau-silat-bukittinggi-sutradara-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 07:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>m.dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[Blitz Megaplex]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[ Kapan terakhir kali nonton film Indon ciat-gedebuk? Lupa persisnya, tapi saya ingat beberapa tahun lalu ada gelombang sinetron silat. Ceritanya seperti di komik-komik silat jadul. Kalo tak salah, ada juga sinetron laga dengan bintang Roger Danuarta, ya? 
 Tapi sekarang ada film   Merantau  . Trailernya sudah beredar sejak tahun lalu. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" src="http://gravity.web.id/wp-content/uploads/2009/08/merantau.jpg" align="left" alt="merantau.jpg" /> Kapan terakhir kali nonton film Indon ciat-gedebuk? Lupa persisnya, tapi saya ingat beberapa tahun lalu ada gelombang sinetron silat. Ceritanya seperti di komik-komik silat jadul. Kalo tak salah, ada juga sinetron laga dengan bintang Roger Danuarta, ya? </p>
<p> Tapi sekarang ada film <em>  Merantau </em> . Trailernya sudah beredar sejak tahun lalu. Di situsnya diceritakan segala macam soal proyek film Rp 15 miliar dengan sutradara Inggris, Gareth Evans, itu. </p>
<p> Beberapa hari lalu saya ikut menonton filmnya, yang resmi masuk bioskop (Blitz?) mulai 6 Agustus. Kesan akhir singkat: laganya memang betul dahsyat. Internesyenel, dah. </p>
<p> Filmnya lumayan lama, hampir 2,5 jam. Satu jam terakhir betul-betul padat dengan laga pencak silat. Di gang-gang kecil, dalam klab malam, di jembatan penyeberangan orang, di kompleks rusun (Rusun Klender), di atap gedung, duel dalam lift, hingga dua lawan satu pamungkas sebagai puncak film. </p>
<p> Koreografi tarungnya memang diarahkan oleh ahli silat. Bintang-bintangnya pun bermodal penguasaan dasar ilmu bela diri, termasuk Iko Uwais, memerankan tokoh utama Yuda. </p>
<p> Yuda, dari kampungnya di Bukittinggi yang hijau nian, memutuskan merantau, yang digambarkan sebagai tradisi kehormatan seorang lelaki. Cita-citanya mengajar silat di Jakarta kampret ini. </p>
<p> Di Jakarta, dia malah bertemu Astri (Sisca Jessica, tampak fisik seperti versi beta Agnes Monica), penari yang dikuras duitnya oleh bos klab, Johni (Alex Abbad). Johni hendak menjual Astri ke sindikat pedagang pecun (yang mengekspor cewe-cewe pake.. kontainer!), yang mana tentu saja Yuda mati-matian mencegah. </p>
<p> Dengan situasi itu, tentu saja puluhan tukang pukul berdatangan sepanjang film mencegat Yuda. Saking sibuknya berlaga, Yuda sepanjang film tak pernah berganti pakaian. Semakin lama durasi film, makin dekil bajunya. </p>
<p> Film ini untuk dewasa! Membawa anak menonton The Dark Knight masih lebih mulia. Di Merantau, darah berceceran di mana-mana. Walau warnanya sering mirip sirop, tapi yang tak biasa menonton acara kriminal atau tayangan korban bom Marriott 17/7 di teve, bisa mual dan terkaget-kaget. </p>
<p> Ada juga setumpuk kosa kata makian yang muncul di film. Binatang berlompatan dari mulut si germo Johni. Astri sendiri sangat gemar mengucap &#8220;taiik!&#8221; yang hampir semuanya ditujukan pada Johni. </p>
<p> Waktu saya menonton film ini, di layar terpampang pula subtitel Bahasa Inggris yang terjemahannya sering tak persis dengan maksud yang kita pahami. Untungnya saya Indon, jadi tak begitu butuh subtitel itu. Di awal film yang bertabur bahasa Padang, subtitel juga tak tepat. Lebih baik tanyalah ke orang Padang terdekat. </p>
<p> Sekali lagi, ini film laga. Jadi, sekitar satu jam pertama, ingat-ingatlah ini. Yakinlah bahwa rentetan ciat gedebuk bakal segera datang. Tak usah berharap si Astri bakal stripping. Juga tak ada romansa fisik yang maksa, kok. Oh ya, kalau di film lain aparat selalu terlambat datang, di film ini malah tak datang-datang. Jangankan polisi, satpam pun gak ada. Agak aneh juga karena, setahu kita, gagal maupun suksesnya sindikat demikian sangat butuh peran aparat. </p>
<p> Saya rasa, film ini wajib ditonton karena tata laga yang dahsyat&#8211;dengan pencak silat yang ditegaskan sebagai pusaka Indonesia (bukan Malaysia). Sinematografi adalah bonusnya: keren bukan hanya saat adegan laga, tapi juga saat mengeksploitasi keindahan Bukittinggi. </p>
<p> Semoga saja ada sineas nasional yang menyusul membuat film laga yang beneran merah-putih. Minimal naskah, dialog dan konfliknya jadi beneran terasa Indonesia-nya. Masak warga gak berkerumun pas ada yang bonyok/bertumbangan? Wisata musibah kan budaya kita. </p>
<p> 
<ul>  Beberapa cuplikan adegan yang teringat:  <br /> 
<li>   Yuda lapar dan mencari makan di warung terdekat. Ditanya sama Mas Warung, mau makan apa. &#8220;Sate padang, Pak,&#8221; kata Yuda.  </li>
<li>   Johni heran kenapa Yuda begitu ngotot melindungi Astri. Kata Johni, &#8220;Cantik sih, tapi secantik pecun-pecun lain.&#8221;  </li>
<li>   Yuda dikejar penjahat yang menunggangi motor. Untuk menghambat pengejar, segala barang yang ditemukan dilemparkan. Di ujung gang, ada orang lewat bawa handuk dan gayung. Yuda menyabet ujung handuk. Pemilik handuk refleks menangkap ujung lain untuk menahan handuknya dijambret. Nah handuk pun terbentang, menjegal leher pengejar bermotor. Yuda cabut, meninggalkan pemilik handuk yang tampangnya bengong pooool buanget.  </li>
</ul>
<p> Selamat menonton, lah. *pegel anjeeeh ngetik dari hape!* </p>
<p>Posted by <a href="http://wordmobi.googlecode.com">Wordmobi</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2009/08/01/film-merantau-silat-bukittinggi-sutradara-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuh Potret Kata Pesta Blogger 2007</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 19:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Blitz Megaplex]]></category>
		<category><![CDATA[id-gmail]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[pb2007]]></category>
		<category><![CDATA[pb2008]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan yang hadir ke Pesta Blogger 2007, mungkin ratusan blog pula bercerita tentang kesan-pesan kehadiran mereka ke sana. Kopi darat, kenalan kiri kanan, foto sana sini. Kejadian bisa pula dipotret melalui kata-kata!
Potret #1: Kampung Gajah. Ah, lagi-lagi kelompok yang mengklaim sebagai penguasa dunia persilatan blog itu. Duduk paling belakang, berisik pula. Sedikit-sedikit teriak. Jeng Surya! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ratusan yang hadir ke <a href="http://pestablogger.com">Pesta Blogger 2007</a>, mungkin ratusan blog pula bercerita tentang kesan-pesan kehadiran mereka ke sana. Kopi darat, kenalan kiri kanan, foto sana sini. Kejadian bisa pula dipotret melalui kata-kata!</p>
<p><strong>Potret #1</strong>: <a href="http://id-gmail.info">Kampung Gajah</a>. Ah, lagi-lagi kelompok yang mengklaim sebagai <a href="http://hacker.wordpress.com/2007/09/13/5-alasan-kenapa-id-gmail-adalah-penguasa-dunia-persilatan-blog-indonesia/">penguasa dunia persilatan blog</a> itu. Duduk paling belakang, berisik pula. Sedikit-sedikit teriak. Jeng Surya! Meng-huuu sponsor Micr*soft. Mereka bukan komunitas blogger, padahal.</p>
<p><strong>Potret #2</strong>: Seorang pria bernama <a href="http://alexbudiyanto.web.id/">Alex Budiyanto</a> tertarik pada sosok wanita berparas indo, dengan urat di dahinya. <a href="http://maylaffayza.multiply.com/">Maylafayzza</a> memakai gaun berwarna dominan merah, dengan motif bunga. Alex pun mengajak musisi yang juga ngeblog itu berfoto. Setelah antri, karena tak cuma Alex yang ingin berpose dengan artis, ternyata baterai kameranya habis. &#8220;Tunggu, mbak.&#8221;</p>
<p>Baterai baru terpasang, Alex kembali antri setelah menitip kamera ke temannya. Kamera dua kali memotret. Sambil beranjak pergi menjauhi Maylafayzza, Alex bertanya. &#8220;Dia siapa sih? Seleb, kan?&#8221; Gubrag.</p>
<p><strong>Potret #3</strong>: Ventura Elisawati, seorang berposisi lumayan di <a href="http:/xl.co.id">XL</a>, hadir pula di PB2007. Sempat saya tanya soal <a href="http://gravity.web.id/2007/06/12/menghentikan-spam-sms-dari-xl/">SMS spam</a> (misalnya dari 1818 dan 818), Ventura bilang bahwa untuk berhenti &#8220;langganan&#8221; (spam),  XL harus melayani satu-satu tiap permintaan (unsubscribe). Artinya, spam sms itu adalah DEFAULT.</p>
<p><strong>Potret #4</strong>: Masih soal XL, beberapa blogger mengeluh karena tak ada sinyal telepon seluler di auditorium utama Blitz. Hanya sinyal XL &#8211;sponsor&#8211; yang terang benderang. Hehehe.</p>
<p><strong>Potret #5</strong>: Ternyata masih ada blogger yang lebih tua dari <a href="http://perspektif.net">Pak Wimar</a>. Berusia 70 tahun, dia memegang gelar S-3. Wow! Oya, ada pula blogger yang jauh-jauh datang dari Poso. Sambil bercanda, dia bercurhat tak punya biaya untuk pulang. XL menyambar peluang itu. Tiket pulang si blogger pun ditanggung!</p>
<p><strong>Potret #6</strong>: PB2007, singkatnya, berlangsung meriah. Para blogger dan komunitas-komunitasnya datang dan tampak menikmati kopi darat itu. Pada sesi-sesi terpisah, ada yang memutuskan tak mengikuti sesi manapun dan lebih memilih berbincang satu sama lain. Tak masalah! Kabarnya akan ada Pesta Blogger 2008. Di mana tempatnya? Mungkin di Bandung! Setidaknya, itu kata <a href="http://enda.goblogmedia.com">Enda Surya Nasution</a>, Chairman PB2007, di sebuah tempat di Rusun Tenabang. Lelah dan menjelang flu, Enda Surya sempat dipijat di sana.</p>
<p><strong>Potret #7</strong>: Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh, menjamin tak akan ada pembredelan blogger Indonesia. Direktur Jenderal Aplikasi Telematika, Pak Cahyana, secara lisan menantang untuk menaikkan jumlah blogger Indonesia (sekarang kira-kira 130 ribu) menjadi sejuta blogger pada PB2008. Tantangan yang aneh. Lebarkan benwit, turunkan harganya, paksa Microsoft murahkan produknya untuk Indonesia (atau doronglah OS open source), barulah mungkin blogger makin banyak. Maka impian Pak Cahyana (bahwa guru-guru Indonesia berbagi ilmu di blog) bakal makin mudah terwujud.</p>
<p>Kesimpulannya, PB2007 berlangsung <strong>menyenangkan</strong>. Bagi yang serius, banyak hal bisa didapat di sana. Bagi yang datang untuk menyegarkan otak, tak menyesal pula datang ke situ. Terima kasih untuk <strong>panitia</strong>, dan semoga bisa bertemu lagi tahun depan!</p>
<p>Catatan untuk diperhatikan: Hari Blogger Indonesia pada 27 Oktober 2008 akan jatuh di hari SENIN.</p>
<p><em><strong>foto</strong> oleh <a href="http://ryosaeba.wordpress.com">Eko Juniarto</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mega Kopdar di Megaplex: Pesta Blogger 2007</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/10/20/mega-kopdar-di-megaplex-pesta-blogger-2007/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/10/20/mega-kopdar-di-megaplex-pesta-blogger-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2007 21:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Blitz Megaplex]]></category>
		<category><![CDATA[Bloger]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[pb2007]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Tempo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/10/20/mega-kopdar-di-megaplex-pesta-blogger-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu yang panas. Tapi dari lantai Blitz Megaplex di kawasan Grand Indonesia, terik Jakarta tak terasa. Yang ada ialah hangat dari ratusan blogger yang bertemu muka. Mereka adalah gerombolan orang-orang yang secara kolektif menaikkan penggunaan bandwidth internet nasional.
Pesta Blogger 2007 memang masih sepekan lagi. Tapi kira-kira seperti itulah nantinya ajang &#8220;kumpul-kumpul blogger berskala nasional&#8221; itu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pestablogger.com"><img src="http://www.pestablogger.com/wp-content/uploads/2007/09/button-pb-005.jpg" alt="Pesta Blogger 2007" style="border-style: none" align="left" /></a>Sabtu yang panas.<!-- ckey="7852134A" --> Tapi dari lantai <a href="http://www.blitzmegaplex.com/in/">Blitz Megaplex</a> di kawasan Grand Indonesia, terik Jakarta tak terasa. Yang ada ialah hangat dari ratusan blogger yang bertemu muka. Mereka adalah gerombolan orang-orang yang secara kolektif menaikkan penggunaan bandwidth internet nasional.</p>
<p><a href="http://pestablogger.com">Pesta Blogger 2007</a> memang masih sepekan lagi. Tapi kira-kira seperti itulah nantinya ajang &#8220;kumpul-kumpul blogger berskala nasional&#8221; itu. Ratusan orang sudah <a href="http://pestablogger.com/peserta/">mendaftar</a>. Di milis, blog, hingga media massa, acara ini sudah dibahas. Tak lupa pula di <strong>Kitab Paras</strong> alias <a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=5736269676">facebook</a>.</p>
<p>Selain blogger yang mendaftar (100 pertamax, dapet free pass), panitia mengundang 200 orang blogger yang tak perlu membayar tiket masuk. Mereka, saya kutip dari situs Panitia, &#8220;terdiri dari para pembicara, bloggers terkemuka Indonesia, serta tentu saja; yang paling signifikan adalah perwakilan dari komunitas-komunitas bloggers di daerah serta komunitas blog lainnya yang ada di Indonesia.&#8221;</p>
<p>Pekan lalu di inbox gmail saya, sebuah undangan dari panitia masuk. Entah apa alasan saya diundang ke sana. Pembicara bukan, terkemuka jelas enggak (blogger terkemuka sudah pada jadi panitia hehehe), dan bukan pula perwakilan komunitas blogger. Komunitas-komunitas di mana saya terdaftar sudah menunjuk wakil-wakilnya.</p>
<p>Saya, yang tadinya berniat datang untuk kumpul-kumpul (dan foto-foto, jelas dong) saja, nantinya harus ditingkatkan juga untuk menengok ke pusat acara. Ngapain aja? Wah gak tau juga. Tapi melihat pilihan tanggalnya (27 Oktober 2007) yang mirip dengan tanggal Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928), bukan tak mungkin bakal ada deklarasi Sumpah Pemuda Dot O R Dot I D. *bawa bendera*</p>
<p>Jadi, mau apa sih di Pesta Blogger? Tak usah pusing-pusing. Dengan penyederhanaan di sana-sini, itu adalah kopdar!</p>
<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/bloger.png" align="left" height="173" width="203" />Oh iya, saya mau menambahkan. Tampaknya belakangan ini ada (upaya) mengindonesiakan istilah &#8220;blogger&#8221;. Apa jadinya? <strong>Bloger</strong>, dengan satu huruf G dihapus. Majalah Tempo sudah <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/mbmtempo/arsip/2007/10/08/ITR/mbm.20071008.itr2.id.html">memakainya</a>, dan jelas bukan slaah kteik.</p>
<p>Jadi, semoga ada umur bersua, semoga kita&#8211;para bloger&#8211;bisa bertemu di Pesta Bloger, eh, Pesta Blogger!<br />
<!-- ckey="2936AFF6" --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/10/20/mega-kopdar-di-megaplex-pesta-blogger-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
