<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gravitasi Hidup &#187; Jakarta</title>
	<atom:link href="http://gravity.web.id/tag/jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gravity.web.id</link>
	<description>..di kota yang tak kunjung redup</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Oct 2010 14:31:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Terowongan Penyeberangan Orang &#8211; Stasiun Kota</title>
		<link>http://gravity.web.id/2008/06/17/terowongan-penyeberangan-orang-stasiun-kota/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2008/06/17/terowongan-penyeberangan-orang-stasiun-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 18:09:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2008/06/17/terowongan-penyeberangan-orang-stasiun-kota/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan purnama dari terowongan penyeberangan orang di Stasiun (busway) Kota]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Langit cerah, bulan purnama. Dari area terbuka di terowongan stasiun (busway) Kota, saya mendongak ke atas. Seperti melihat langit dari kubah yang transparan. Sobekan awan tersebar di sana-sini. Sedikit bintang terang mengalahkan polusi cahaya dari sekitar. Senin malam ini, bulan cerah ceria!</p>
<p>Di koridor bawah tanah itu, hanya ada satu hal yang tampak aneh. Meja kecil dengan beberapa pemuda menungguinya. Tapi, bila dipikir sekali lagi, tanpa para pemuda itu, tempat ini mestilah sudah ditongkrongi orang-orang tak jelas. Mungkin pengemis. Gelandangan yang menumpang tidur. Dan kelompok pemuda mabuk yang meneriaki gadis-gadis. Saya harus berterimakasih pada para penunggu meja kecil.</p>
<p>Di bawah &#8220;kubah transparan&#8221; alias tanpa atap, trotoar menyerupai kue donat, namun dengan kolam bundar di tengahnya. Suatu saat nanti, saya berharap kolam ini benar-benar memantulkan cahaya bulan dan bintang dari langit di atasnya. Kali ini belum bisa, sebab air kolam itu keruh dan berbuih. Satu koloni apapunlah mungkin menghuni kolam itu, sebab selalu ada gelombang seperti bekas rintik hujan menimpa permukaan airnya.</p>
<p>Menaiki tangga ke pintu keluar di samping Stasiun Kota (satu pintu lagi keluar di depan Museum Bank Mandiri), saya berpapasan dengan seorang pemuda. Dandanan emo pinggiran, mungkin bisa dikatakan begitu. Dengan jumper kumal dan topi baseball dipasang agak miring. Dengan alat yang biasa dipakai tukang martabak manis meratakan adonan, dia membersihkan permen karet yang menempel di ubin. Sisa gum yang diludahkan sembarangan, menghitam dan mengeras setelah menyerap debu sekitar.</p>
<p>Pemuda itu bersin. Angin memang sedang gemar menyebar benih penyakit. Namun patut pulalah semua berterimakasih pada si pemuda, yang membuat terowongan tampak bersih esok paginya.</p>
<p><em>foto: <a href="http://www.antaraphoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1204885226">Antara &#8211;  Andika Wahyu</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2008/06/17/terowongan-penyeberangan-orang-stasiun-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuh Potret Kata Pesta Blogger 2007</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 19:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Blitz Megaplex]]></category>
		<category><![CDATA[id-gmail]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[pb2007]]></category>
		<category><![CDATA[pb2008]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan yang hadir ke Pesta Blogger 2007, mungkin ratusan blog pula bercerita tentang kesan-pesan kehadiran mereka ke sana. Kopi darat, kenalan kiri kanan, foto sana sini. Kejadian bisa pula dipotret melalui kata-kata! Potret #1: Kampung Gajah. Ah, lagi-lagi kelompok yang mengklaim sebagai penguasa dunia persilatan blog itu. Duduk paling belakang, berisik pula. Sedikit-sedikit teriak. Jeng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ratusan yang hadir ke <a href="http://pestablogger.com">Pesta Blogger 2007</a>, mungkin ratusan blog pula bercerita tentang kesan-pesan kehadiran mereka ke sana. Kopi darat, kenalan kiri kanan, foto sana sini. Kejadian bisa pula dipotret melalui kata-kata!</p>
<p><strong>Potret #1</strong>: <a href="http://id-gmail.info">Kampung Gajah</a>. Ah, lagi-lagi kelompok yang mengklaim sebagai <a href="http://hacker.wordpress.com/2007/09/13/5-alasan-kenapa-id-gmail-adalah-penguasa-dunia-persilatan-blog-indonesia/">penguasa dunia persilatan blog</a> itu. Duduk paling belakang, berisik pula. Sedikit-sedikit teriak. Jeng Surya! Meng-huuu sponsor Micr*soft. Mereka bukan komunitas blogger, padahal.</p>
<p><strong>Potret #2</strong>: Seorang pria bernama <a href="http://alexbudiyanto.web.id/">Alex Budiyanto</a> tertarik pada sosok wanita berparas indo, dengan urat di dahinya. <a href="http://maylaffayza.multiply.com/">Maylafayzza</a> memakai gaun berwarna dominan merah, dengan motif bunga. Alex pun mengajak musisi yang juga ngeblog itu berfoto. Setelah antri, karena tak cuma Alex yang ingin berpose dengan artis, ternyata baterai kameranya habis. &#8220;Tunggu, mbak.&#8221;</p>
<p>Baterai baru terpasang, Alex kembali antri setelah menitip kamera ke temannya. Kamera dua kali memotret. Sambil beranjak pergi menjauhi Maylafayzza, Alex bertanya. &#8220;Dia siapa sih? Seleb, kan?&#8221; Gubrag.</p>
<p><strong>Potret #3</strong>: Ventura Elisawati, seorang berposisi lumayan di <a href="http:/xl.co.id">XL</a>, hadir pula di PB2007. Sempat saya tanya soal <a href="http://gravity.web.id/2007/06/12/menghentikan-spam-sms-dari-xl/">SMS spam</a> (misalnya dari 1818 dan 818), Ventura bilang bahwa untuk berhenti &#8220;langganan&#8221; (spam),  XL harus melayani satu-satu tiap permintaan (unsubscribe). Artinya, spam sms itu adalah DEFAULT.</p>
<p><strong>Potret #4</strong>: Masih soal XL, beberapa blogger mengeluh karena tak ada sinyal telepon seluler di auditorium utama Blitz. Hanya sinyal XL &#8211;sponsor&#8211; yang terang benderang. Hehehe.</p>
<p><strong>Potret #5</strong>: Ternyata masih ada blogger yang lebih tua dari <a href="http://perspektif.net">Pak Wimar</a>. Berusia 70 tahun, dia memegang gelar S-3. Wow! Oya, ada pula blogger yang jauh-jauh datang dari Poso. Sambil bercanda, dia bercurhat tak punya biaya untuk pulang. XL menyambar peluang itu. Tiket pulang si blogger pun ditanggung!</p>
<p><strong>Potret #6</strong>: PB2007, singkatnya, berlangsung meriah. Para blogger dan komunitas-komunitasnya datang dan tampak menikmati kopi darat itu. Pada sesi-sesi terpisah, ada yang memutuskan tak mengikuti sesi manapun dan lebih memilih berbincang satu sama lain. Tak masalah! Kabarnya akan ada Pesta Blogger 2008. Di mana tempatnya? Mungkin di Bandung! Setidaknya, itu kata <a href="http://enda.goblogmedia.com">Enda Surya Nasution</a>, Chairman PB2007, di sebuah tempat di Rusun Tenabang. Lelah dan menjelang flu, Enda Surya sempat dipijat di sana.</p>
<p><strong>Potret #7</strong>: Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh, menjamin tak akan ada pembredelan blogger Indonesia. Direktur Jenderal Aplikasi Telematika, Pak Cahyana, secara lisan menantang untuk menaikkan jumlah blogger Indonesia (sekarang kira-kira 130 ribu) menjadi sejuta blogger pada PB2008. Tantangan yang aneh. Lebarkan benwit, turunkan harganya, paksa Microsoft murahkan produknya untuk Indonesia (atau doronglah OS open source), barulah mungkin blogger makin banyak. Maka impian Pak Cahyana (bahwa guru-guru Indonesia berbagi ilmu di blog) bakal makin mudah terwujud.</p>
<p>Kesimpulannya, PB2007 berlangsung <strong>menyenangkan</strong>. Bagi yang serius, banyak hal bisa didapat di sana. Bagi yang datang untuk menyegarkan otak, tak menyesal pula datang ke situ. Terima kasih untuk <strong>panitia</strong>, dan semoga bisa bertemu lagi tahun depan!</p>
<p>Catatan untuk diperhatikan: Hari Blogger Indonesia pada 27 Oktober 2008 akan jatuh di hari SENIN.</p>
<p><em><strong>foto</strong> oleh <a href="http://ryosaeba.wordpress.com">Eko Juniarto</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/10/28/tujuh-potret-kata-pesta-blogger-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepertujuh Umur</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/05/19/sepertujuh-umur/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/05/19/sepertujuh-umur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2007 17:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[buruh]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/05/19/sepertujuh-umur/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah dua hari libur tiap pekan, kebanyakan orang akan memulai aktivitas pada senin. Kebetulan, saya tak tergolong orang-orang itu. Hari libur saya bisa jatuh kapan saja. Kadang pada sabtu, minggu, saya bekerja. Senin bisa saja saya libur. Senin memang ajaib. Kesepakatan sosial tentang kalender bisa memaksa berbagai kalangan bangun pagi-pagi. Pekerja kantoran yang terjangkit sindrom [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/garfieldWinCE.jpg" alt="Garfield" title="Garfield" align="left" />Setelah dua hari libur tiap pekan, kebanyakan orang akan memulai aktivitas pada senin. Kebetulan, saya tak tergolong orang-orang itu. Hari libur saya bisa jatuh kapan saja. Kadang pada sabtu, minggu, saya bekerja. Senin bisa saja saya libur.</p>
<p>Senin memang ajaib. Kesepakatan sosial tentang kalender bisa memaksa berbagai kalangan bangun pagi-pagi. Pekerja kantoran yang terjangkit sindrom antisenin sejak minggu pagi; pegawai negeri yang lenyap dari meja sejak jumat siang; mahasiswa tingkat pertama yang biasanya banyak kuliah pagi; pelajar yang tak boleh telat masuk gerbang sekolah; pialang saham yang selalu bermimpi menonton pertarungan beruang dan banteng. Semua bertemu di tengah macet jalan raya.</p>
<p>Sungguh aneh. Sepertujuh dari umur orang-orang terpakai untuk keresahan senin, saat pekan mulai sibuk. Dan juga pikiran bahwa masih ada empat hari setelahnya, sebelum akhirnya libur lagi. Maka itu, bioskop menjual tiket murah pada senin. Agar semua energi negatif terbuang saat menatap kain besar persegi, ditemani jagung dan minuman ringan yang buruk untuk kesehatan makhluk hidup manapun.</p>
<p>Tentu saja, kesenangan kalian di bioskop itu adalah kekesalan bagi karyawan bioskop. Mereka benci senin dengan ukuran yang sulit dipahami. Sebab mereka harus menghadapi antrian pengejar tiket murah. Pelajar sekolah yang berisik dan tertawa-tawa dengan kekerasan bunyi yang berbahaya bagi gendang telinga; rombongan penonton yang kecewa kursinya kurang satu sehingga mereka harus terpisah.</p>
<p>Calon penonton mengantri tiada henti. Selalu ada orang bertanya, seakan tidak tahu apa fungsi poster besar film dan jadwal teater yang dipampang. Atau pasangan pacaran yang saling ber-terserah-kamu-aja di depan loket. Baik saat hendak memilih film, maupun ketika memilih tempat duduk.</p>
<p>Setelah selesai menonton film, kalian pergi meninggalkan tumpukan sampah. Kotak dan kaleng minuman. Butiran popcorn. Plastik. Petugas mengangkut sampah dan  menyapu secepatnya, karena rombongan penyampah baru akan segera masuk.</p>
<p>Siapa yang menghibur pekerja bioskop? Sepertujuh umur mereka dibaktikan untuk melegakan penghujung senin kalian!</p>
<p>Hehehe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/05/19/sepertujuh-umur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RI-2 ke Bioskop</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/05/07/ri-2-ke-bioskop/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/05/07/ri-2-ke-bioskop/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2007 03:45:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[kalla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/05/07/ri-2-ke-bioskop/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu Ahad sore, seorang pria memutuskan untuk mengajak cucu-cucunya menonton film di bioskop. Tak ada yang istimewa, bila si pria itu bukan wakil presiden RI. Ini kasus khusus. Bila RI-2 ke bioskop, pasti ikut pula rombongannya. Termasuk juga pengamanan khusus orang penting. Staf-stafnya pun sibuk kiri-kanan. Selain mengurus keamanan, beberapa tokoh dipanggil pula. SMS undangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/Nagabonar1.jpg" align="left" />Suatu Ahad sore, seorang pria memutuskan untuk mengajak cucu-cucunya menonton film di bioskop. Tak ada yang istimewa, bila si pria itu bukan wakil presiden RI.</p>
<p>Ini kasus khusus. Bila RI-2 ke bioskop, pasti ikut pula rombongannya. Termasuk juga pengamanan khusus orang penting. Staf-stafnya pun sibuk kiri-kanan. Selain mengurus keamanan, beberapa tokoh dipanggil pula.</p>
<p>SMS undangan pun menyebar dari telepon genggam seorang staf wapres. Kabarnya, bunyinya seperti ini: &#8220;Undangan terbatas: diharapkan kehadirannya pkl. 20.00 malam ini menyaksikan film nagabonar 2 bersama Jk &amp; menteri2 serta pemeran utamanya di bioskop 21 setiabudi building kuningan tks.&#8221;</p>
<p>Petugas keamanan dibuat sibuk. Di bioskop 21 Setiabudi One itu, pastilah pengamanan khusus sudah berjaga sejak sejam sebelumnya. Dan satu jam sebelum itu, laporan situasi pasti sudah diterima. Ini protokol biasa.</p>
<p>Polisi patroli pengawal pun harus cepat-cepat membuat skenario keberangkatan rombongan RI-2 dari istana, ke bioskop, dan perjalanan pulang ke rumah. Ketika rombongan berangkat ke bioskop, semua jalur yang akan dilewati &#8220;Rangkaian Bima&#8221; mesti steril. Artinya, orang-orang yang membawa kapak merah diminta menyingkir. Pengguna jalan dengan granat dan dinamit digiring untuk menjauh.</p>
<p>Jusuf Kalla memilih mengajak cucu-cucunya menonton Nagabonar Jadi 2. Setiabudi One terjadwal memutar film Supirdelman Jadi 3 (Spiderman 3) di dua teaternya. Mungkin karena sepi atau memang telat nonton saking sibuknya jadi wapres, Kalla memilih menonton film lain.</p>
<p>Teater 3 Setiabudi pun disewa seluruhnya. Bioskop ini dikenal bukan daerah kekuasaan ABG, jadi petugas pengamanan wakil presiden tidak perlu memuntahkan peluru-peluru tajam.</p>
<p>Selain keluarga, pejabat-pejabat juga ikut dalam rombongan Kalla. Ada Menteri Sosial, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Pertanian dan Menteri Perindustrian. Mungkin mereka berniat mencontoh cara Bonaga (Tora Sudiro) mengendalikan perusahaan &#8211;yang siapa tahu bisa dipraktekkan di departemen mereka.</p>
<p>Hamid Awaluddin, bekas Menteri Hukum dan HAM, juga hadir. Wajahnya tak banyak senyum saat makan bersama sebelum masuk bioskop. Begitulah kalau kita ikut mengurusi uang orang pakai rekening negara. Tapi mungkin juga bukan karena itu parasnya kecut.</p>
<p>Rombongan politisi juga datang. Tentunya orang-orang Partai Golongan Karya &#8211;partai bentukan militer di masa lalu, yang kini dikuasai sipil dengan dua kubu utama. Salah satu politisi yang datang adalah si brewok Surya Paloh, bos media yang pernah nyalon jadi RI-1. Kini, mungkin, dia cukup bahagia korannya jadi tempat pengumuman tender-tender pemerintah.</p>
<p>Hingga pukul sebelas malam, rombongan itu khusyuk menonton. &#8220;Film yang luar biasa. Kalau filmnya lebih lama satu jam lagi, saya bersedia duduk dan menonton,&#8221; kata Jusuf Kalla dengan logat batak yang kental (oh, tentu tidak!).</p>
<p>O ya. Kalau wakil presiden nonton film, dia juga bisa menghadirkan bintang-bintang utamanya. Deddy Mizwar, sutradara sekaligus pemeran utama Nagabonar Jadi Dua, duduk di samping Kalla. Pemeran Bonaga, Tora Sudiro, juga datang menonton. Bercelana jins, tentu.</p>
<p>Hmm. Kalau wapres memilih menonton Spiderman 3, apa Peter Parker dan Mary Jane juga bakal hadir?</p>
<p><em>*dari <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/05/07/brk,20070507-99515,id.html" title="tempointeraktif">tnr</a> dan <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/06/time/213037/idnews/776856/idkanal/10" title="detikCom">dtk</a><br />
**foto dari <a href="http://foto.detik.com">detikfoto</a> oleh Ari Saputra. ga pake izin, dong.<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/05/07/ri-2-ke-bioskop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>We Shall Overcome</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/05/01/we-shall-overcome/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/05/01/we-shall-overcome/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2007 17:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[buruh]]></category>
		<category><![CDATA[demo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/05/01/we-shall-overcome/</guid>
		<description><![CDATA[Oh deep in my heart, I do believe We shall overcome someday Hari Buruh tahun lalu, saya sempat menyaksikan bagaimana kerumunan massa mencoba mendekati Istana Negara. Puluhan ribu orang. Dan hari itu pun berlalu. Massa bubar oleh hujan deras. Bisik-bisik mengatakan, banyak pawang hujan &#8220;membantu&#8221; mendinginkan apa pun yang panas dalam aksi damai hari itu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/mayday.jpg" alt="buruh biru" title="buruh biru" align="left" /><em>Oh deep in my heart, I do believe<br />
We shall overcome someday</em></p>
<p>Hari Buruh tahun lalu, saya sempat menyaksikan bagaimana kerumunan massa mencoba mendekati Istana Negara. Puluhan ribu orang. Dan hari itu pun berlalu. Massa bubar oleh hujan deras. Bisik-bisik mengatakan, banyak pawang hujan &#8220;membantu&#8221; mendinginkan apa pun yang panas dalam aksi damai hari itu.</p>
<p>Hari ini, 1 Mei 2007, Hari Buruh datang lagi. Puluhan ribu orang akan turun kembali ke jalanan. Yel, spanduk, sorak-sorai, lagu-lagu, arena joget dadakan, dan apa pun yang bisa terwujud dari massa yang berbaris di jalan protokol.</p>
<p>Maka itu selalu ada rasa cemas. Ribuan, atau juga puluhan ribu, polisi turun ke jalan. Dengan seragam coklat khas mereka, dengan pentungan, tameng, pasti ada pula yang membawa pistol berpeluru tajam. Sejenis kreasi dari logam yang, beberapa kasus menunjukkan, digunakan pula oleh polisi di tempat dan waktu tak tepat. Menembak atasan sendiri atau sipil tak bersalah, misalnya.</p>
<p>Polisi (juga tentara) bukan buruh. Tapi mereka juga ditindas hirarki. Ada kelas-kelas yang tegas dalam korps mereka. Bawahan akan selalu tunduk pada atasannya. Apa yang terjadi ketika legalitas hukum di balik atribut bertemu barisan buruh bereuni tahunan di pusat kota? Mungkin seorang brigadir dua kurus kerempeng menggerakkan kaki, dengan kecepatan tinggi, bersepatu keras, ke pantat buruh terdekat.</p>
<p>Semoga hari ini tak ada kekerasan. Seperti foto di atas. Cermatilah. Rasakan emosi massa dengan satu suara, yang bisa mengirim getar haru ke dalam hati. Bahwa buruh, justru dengan upah yang tak layak, adalah yang membuat kaki kapitalisme negeri ini bisa berdiri.</p>
<p>Maka wahai Pak Presiden, untuk sekali ini saja, keluar dan dengarkanlah apa kata mereka. Lemparkan senyum kakumu, yang akan mereka ingat dan ceritakan dengan bangga pada anak, istri, keluarga dan tetangga di tempat-tempat kumuh mana pun mereka tinggal.</p>
<p>Beberapa orang mungkin akan mengecam Bapak. Tapi biarlah, mereka itu politisi. Jenis manusia yang sudah biasa Bapak hadapi sehari-hari (yang juga menatap balik dari cermin Bapak).</p>
<p><em>*penulis: buruh juga! </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/05/01/we-shall-overcome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

