<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gravitasi Hidup &#187; Konsumen</title>
	<atom:link href="http://gravity.web.id/tag/konsumen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gravity.web.id</link>
	<description>..di kota yang tak kunjung redup</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Oct 2010 14:31:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Aduh Telkom Speedy</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/11/14/aduh-telkom-speedy/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/11/14/aduh-telkom-speedy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2007 17:29:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<category><![CDATA[speedy]]></category>
		<category><![CDATA[telkom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/11/14/aduh-telkom-speedy/</guid>
		<description><![CDATA[Telkom Speedy memutuskan mengotak-atik entah-mesin-apa-namanya miliknya. Mungkin karena ada kabel tertindih meja di Pusat Kabel Nasional Telkom, tiba-tiba para pelanggannya tak bisa mengakses banyak situs. Yahoo, misalnya. Bayangkan betapa krusialnya Yahoo bagi kita]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Warung langganan tempat saya makan, kala masih kuliah, letaknya tak jauh dari rumah kos. Cukup berjalan kaki sedikit, sampailah di tempat si Babeh. Menunya standar, nasi dengan berbagai lauk. Walau warungnya kecil, tapi perabot dan perangkat makannya selalu bersih.</p>
<p>Babeh selalu ramah kepada pelanggannya. Bahkan teman saya yang sering minta dibuatkan jus pisang pun diladeni. Ya, jus pisang. Rasanya gak aneh-aneh amat, kok. Kira-kira seperti pisang diblender, lah.</p>
<p>Pagi hari saat dagangan warung belum buka, biasanya sudah ada satu-dua pelanggan yang datang minta makan. Kalau belum masak, Babeh mohon permakluman. Kalau mau tunggu, silakan. Kalau mau cari tempat lain, ditunjukkan. Bila item tertentu dagangannya habis, Babeh pun selalu minta maaf.</p>
<p>Begitulah Babeh dan warung makanannya.</p>
<p>Coba kita bandingkan dengan <a href="https://portal.telkomspeedy.com/index.php">Telkom Speedy</a>. Tak usahlah kita singgung masa silam, di mana dengan <a href="http://omt.telkom.net.id/product/view/23?OMTID=45df447ea6420024fadc5c3ed3f9ba40">harga mencekik</a>, <a title="BUMN Milik Negara">BUMN</a> (yang menguasai hajat hidup orang banyak tapi dimiliki Singapura) itu menangguk uang dari bengkaknya tagihan pelanggannya. Sekarang Telkom Speedy bertarif lebih murah, dengan administrasi lebih mudah, dan jangkauan lebih luas.</p>
<p>Pada suatu hari yang indah, baru-baru ini, Telkom Speedy memutuskan mengotak-atik entah-mesin-apa-namanya miliknya. Mungkin karena ada kabel tertindih meja di Pusat Kabel Nasional Telkom, tiba-tiba para pelanggannya tak bisa mengakses banyak situs. Yahoo, misalnya. Bayangkan betapa krusialnya <strong>Yahoo</strong> bagi kita. Tepatnya <strong>Yahoo Messenger</strong> (karena kita harus tampak <em>online</em> walau status <em>busy</em> atau <em>idle</em>). Yah, kita juga harus akui masih ada yang memanfaatkan Yahoo untuk email.</p>
<p>Saya sendiri merasakan terbatasnya akses selama tiga hari lebih. Ke mana kita cari penjelasan? Tentu saja ke <a href="https://portal.telkomspeedy.com/index.php">situsnya</a>. Alhamdulillah masih bisa diakses. Tapi sejuta topan badai, tak ada setitik pun penjelasan soal penyebab gangguan, sejak kapan tepatnya, kira-kira hingga kapan, apa yang sudah dilakukan Telkom untuk mengatasinya, apa dampaknya bagi muggle-muggle pelanggannya (seperti saya), kompensasi bagi pelanggan (misalnya diskon 68 persen bagi pengguna time-based, dan tambahan kuota 0,68 GB bagi pelanggan volume-based), apalagi permintaan maaf.</p>
<p>Di hari kesekian, barulah muncul penjelasan di <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/09/time/185055/idnews/850702/idkanal/328">detikinet</a>. Itu pun mungkin setelah orang situ ngomel-ngomel Speedy hanya bisa buka <strong>Gmail</strong>, padahal dia tidak tergabung ke milis-milis junk yang berbahagia.</p>
<p>Di <a href="https://portal.telkomspeedy.com/index.php">situsnya</a> hanya ada beberapa berita lama, padahal di sana ada tajuk &#8220;NEWS, Informasi terkini seputar Speedy&#8221;. Ada pula yang berbau promo. Dan ada sejenis typo. &#8220;<a href="http://72.14.253.104/search?q=cache:RD4vzlGI57gJ:https://portal.telkomspeedy.com/index.php+%22telkoms%22&amp;hl=en&amp;ct=clnk&amp;cd=3">Telkoms</a>&#8220;. Oh yes. Enough with one Telkom. Don&#8217;t give us Telkoms, please!</p>
<p>Tapi Telkom mungkin tenang saja. Di negeri ini, perkara kualitas layanan yang buruk bukan monopoli TLKM. Ngedumel ini pun masih lewat Speedy. Hihihi. *Nunggu galian kabel tukang internet lain*</p>
<p>Catatan: nemu dari google, ternyata ada <a href="http://www.petitiononline.com/tspeedy/petition.html">Petisi Mengecam Telkom Speedy</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/11/14/aduh-telkom-speedy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indosat-M3 Sampai ke Alam Siluman!</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/07/17/indosat-m3-sampai-ke-alam-siluman/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/07/17/indosat-m3-sampai-ke-alam-siluman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 19:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/07/17/indosat-m3-sampai-ke-alam-siluman/</guid>
		<description><![CDATA[Bekerja sebagai petugas call center layanan seluler kadang kala bisa berat. Pertanyaan dari pelanggan bisa merepotkan. Baik yang mudah maupun yang susah, di mana jawabannya tak tercantum di buku panduan jawaban. Baru-baru ini, sebuah file .mp3 tersebar di milis tertentu. File berisi rekaman telepon di call center Indosat-M3 dengan seorang pelanggannya. Si pelanggan bernama Until, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.kkppi.go.id/graph/indosat-m3-2.gif" align="left" />Bekerja sebagai petugas call center layanan seluler kadang kala bisa berat. Pertanyaan dari pelanggan bisa merepotkan. Baik yang mudah maupun yang susah, di mana jawabannya tak tercantum di buku panduan jawaban.</p>
<p>Baru-baru ini, sebuah file .mp3 tersebar di milis tertentu. File berisi rekaman telepon di call center <a href="http://www.m3-access.com/">Indosat-M3</a> dengan seorang pelanggannya. Si pelanggan bernama <strong>Until</strong>, dan petugas call center bernama <strong>Etus</strong>. Dari tarikan napas dan intonasinya, Until mungkin biasa dikategorikan sebagai &#8220;anak kecil&#8221;. &#8220;Yang pasti mah orang Sunda,&#8221; kata <a href="http://www.google.com/search?hl=en&amp;q=sandy+indra+pratama&amp;btnG=Google+Search">Sandy Indra Pratama</a>, rekan sekantor saya, usai mendengar rekaman itu.</p>
<p>File ini berdurasi 3 menit 49 detik. Dimulai dengan standar obrolan petugas call center yang bertanya nama dan nomor telepon pelanggan, setelah terlebih dulu memperkenalkan diri.</p>
<p>Until bertanya pada Etus, apakah M3 bisa dipakai di luar angkasa.&#8221;Maksudnya di luar angkasa mana,&#8221; wajar saja Etus bertanya balik. Until mengulang lagi, &#8220;di luar angkasa.&#8221;<br />
&#8220;Tidak bisa. Terbakar kalau di luar angkasa,&#8221; Etus menjawab tak ketus.</p>
<p>&#8220;Di bulan?&#8221;<br />
&#8220;Bulan apa?&#8221;<br />
&#8220;Di bulan, bulan atas.&#8221;<br />
&#8220;Tidak bisa, ibu. Karena sinyalnya tidak dapat. Terbang aja susah, gimana ke bulan, ibu,&#8221; Etus mulai ikut sedikit bercanda. Atau mungkin sadar sedang menghadapi anak kecil.</p>
<p>&#8220;Orang-orang buktinya bisa ke bulan. Maksudnya, supaya komunikasi lancar antara orang-orang yang sedang penelitian dengan orang yang di bumi,&#8221; Until berargumen.<br />
&#8220;Ooo,&#8221; Etus sepertinya tak paham betul. &#8220;Ibu ingin ke bulan?&#8221; Ada hening sebentar. &#8220;Halo Bu Until, ingin ke bulan?&#8221; Terucaplah pertanyaan paling baik yang bisa dilontarkan seorang petugas call center.<br />
Until mengiyakan dengan alasan pernah mendengar ada kehidupan di bulan. Etus, tak bisa lagi berkelit, mengakui bahwa M3&#8230;.. tak bisa dipakai di bulan.<br />
&#8220;Ya sudah saya kasih saran. Untuk ke depannya, M3 bisa dipake di bulan,&#8221; ujar si Until. Etus menjawab dengan jurus pamungkas, &#8220;Baik. Nanti saya informasikan ke bagian terkait.&#8221;</p>
<p>Tapi pertanyaan Until tidak berhenti di situ. Apakah M3 bisa dipakai di matahari? Ke bintang? Di dalam laut? Tentu saja Etus jujur menjawab, tidak bisa. &#8220;Iya, makanya jadi pionir untuk M3,&#8221; Until menyarankan. Apa daya seorang petugas call center? Maka Etus menjawab, &#8220;Nanti diusakan, Ibu Until, ya&#8230;&#8221;</p>
<p>Sayangnya, Until belum selesai. Pertanyaan selanjutnya agak melegakan bagi si petugas call center. Bisakah M3 dipakai di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) alias pom bensin? Etus tentu mengiyakan.<br />
&#8220;Gak meledak?&#8221;<br />
&#8220;Tidak&#8221;<br />
&#8220;Kok waktu itu saya menggunakan, SPBU-nya meledak ya?&#8221;<br />
&#8220;&#8230;.&#8221;</p>
<p>Ada lagi pertanyaan soal penggunaan M3 di toilet. &#8220;Bisa. Kenapa tidak,&#8221; si petugas menjawab dengan menambahkan kalimat tanya retoris&#8211;yang terbukti bukan pilihan bagus.<br />
&#8220;Nanti kalau orang yang diteleponnya bau, waktu saya lagi berak?&#8221;<br />
&#8220;<em>&#8230;&#8230;. Seperti itu, ya. Baik. Ada lagi?&#8221;</em><br />
&#8220;Itu jawab dulu.&#8221;<br />
<em>&#8220;Kenapa?&#8221;</em><br />
&#8220;Kalo saya sedang berak di WC kan pake handphone.&#8221;<br />
<em>&#8220;Jangan, nanti jatuh ke WC-nya, ibu. Seperti itu, ya.&#8221;</em><br />
&#8220;Kan supaya berkomunikasi dengan orang.&#8221;<br />
<em>&#8220;Bagaimana?&#8221;</em><br />
&#8220;Baunya tersebar ga lewat handphone?&#8221;<br />
<em>&#8220;Tidak, ibu.&#8221;</em><br />
&#8220;Kenapa?&#8221;<br />
<em>&#8220;Emang tidak bisa.&#8221;</em><br />
&#8220;Ooo. Bisa deh?&#8221;<br />
<em>&#8220;Tidak bisa.&#8221;</em><br />
&#8220;Ya udah, untuk ke depannya M3 bisa, supaya baunya tersebar&#8230;&#8221;</p>
<p>Belum! Belum selesai!<br />
&#8220;Di alam siluman?&#8221;<br />
<em>&#8220;Ada lagi pertanyaan terkait produk M3?&#8221;</em><br />
&#8220;Di surga neraka bisa gak?&#8221;<br />
<em>&#8220;Ada lagi &#8230;&#8230;&#8230; ?&#8221;</em></p>
<p>&#8220;M3 itu murah ya?&#8221;<br />
<em>&#8220;Luas sekali, ibu.&#8221;</em></p>
<p>Hening.<br />
<em>&#8220;Bagaimana Ibu Until, ada lagi yang bisa saya bantu?&#8221;</em></p>
<p>*nada telepon putus*</p>
<p><em>&#8220;Baik. Terima kasih telah menghubungi Indosat.<br />
&#8220;Selamat pagi.&#8221;</em></p>
<p>Oke. Mungkin saja file rekaman ini fiktif alias dibuat-buat oleh seseorang. Hmm, dua orang. Siapa sih orang bernama Until? Juga: Etus? Tapi meski begitu gapapa, lah. Lucu, hehehe. Kalau rekaman ini benar, wow. M3 memang no limits.</p>
<p>Sila mengunduh di <a href="http://gudangupload.com/filelink.php?filecode=46f5f42c687b21c6893fe9835f9d017a3749c01f986415aca4a69873235dbd90">gudangupload</a> (33 hari) atau di <a href="http://www.jogjaupload.com/filelink.php?filecode=fd60ac7f0fc6d2993b994b62d36ba95c5ed3719e4a2d55d65bc3330778d8b7f6">jogjaupload</a> (10 hari).</p>
<p>*<em><a href="http://bayu.freelancer.web.id/">Arif</a> memforward file ini ke <a href="http://groups.google.com/group/id-gmail">Kampung Gajah</a> dari &#8220;milis sebelah&#8221; (kata dia, lho)</em>.<a href="http://blog.abepoetra.com/"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/07/17/indosat-m3-sampai-ke-alam-siluman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PANDI si Pengelola Domain</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/07/03/pandi-si-pengelola-domain/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/07/03/pandi-si-pengelola-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 17:08:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[PANDI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/07/03/pandi-si-pengelola-domain/</guid>
		<description><![CDATA[Bila terjadi ketidaknyamanan atas layanan PANDI dalam mengelola pendaftaran Nama Domain .ID untuk beberapa waktu kedepan diharapkan pengguna Nama Domain .ID harap maklum dikarenakan dalam proses migrasi pengelolaan dari DEPKOMINFO ke PANDI. Kalimat di atas tercantum di www.pandi.or.id, halaman resmi Perkumpulan Pengelola Nama Domain Indonesia alias PANDI (yang harus pakai &#8220;www&#8221; di address bar). Tepatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Bila terjadi ketidaknyamanan atas layanan PANDI dalam mengelola pendaftaran Nama Domain .ID untuk beberapa waktu kedepan diharapkan pengguna Nama Domain .ID harap maklum dikarenakan dalam proses migrasi pengelolaan dari DEPKOMINFO ke PANDI.</p></blockquote>
<p>Kalimat di atas tercantum di www.pandi.or.id, halaman resmi <a href="http://www.pandi.or.id">Perkumpulan Pengelola Nama Domain Indonesia</a> alias <a href="http://www.pandi.or.id/" title="pandi">PANDI</a> (yang harus pakai &#8220;www&#8221; di <em>address bar</em>). Tepatnya di poin nomor tujuh. Tidak terlalu mengesalkan, walau PANDI sempat berkomitmen resmi mengelola domain .ID mulai 1 Juli 2007. Yaah, di antara semua birokrasi di negeri ini, PANDI toh hanya satu birokrasi lainnya hehehe.</p>
<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/pandi.png" alt="pandi tuh" title="pandi tuh" align="left" />Ceritanya, Senin (2/7) pagi, saya menghubungi telepon yang tercantum di halaman <a href="http://www.pandi.or.id/index.php?option=com_contact&amp;Itemid=3">&#8220;hubungi kami&#8221;</a>. Saya ingin tanya-tanya soal .WEB.ID yang, bersama domain level-dua lainnya (.CO.ID, .OR.ID, dll), mulai berbayar pada 1 Juli &#8211;seperti kata si PANDI.</p>
<p>Di ujung telepon (sekantor dengan <a href="http://www.apjii.or.id/">APJII</a>, tentu) ada Ibu Wiwid yang menerima. &#8220;Silakan kirim email ke info at pandi dot o-r dot i-d,&#8221; kata Ibu Wiwid (atau Wiwied atau Wiwit atau Uwiuwiedh, dll), sambil menerangkan bahwa sistem mereka belum berjalan sepenuhnya. Dia berjanji akan ada email balasan yang menerangkan prosedur perpanjangan pemilikan domain.</p>
<p>Lebih 12 jam berlalu, email balasan tak kunjung datang. Saat menulis ini, ternyata di halaman PANDI sudah ada <a href="http://www.pandi.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=17&amp;Itemid=33">nomor rekening tujuan transfer</a> pembayaran. Tapi jadi ragu-ragu. Diulur-ulur dulu deh, mumpung masih ada tenggang waktu hingga Agustus, kalo tidak salah. Huhu.</p>
<p>Saya memang pelanggan (sudah bisa dibilang begitu, kan) .ID awam. Tidak mengerti ini-itu, tahunya cuma bayar dan ikuti petunjuk saja. Tapi bolehlah saya mengomentari logo PANDI, seperti di gambar di atas. Kok garing sih. Ada spasi kosong yang membuat gatal ingin menambahkan huruf lain. R, misalnya. *Belum kepikiran huruf lain*</p>
<p><em>UPDATE (3/7):<br />
</em>Jawaban dari PANDI masuk ke inbox pada Selasa (3/7) pukul 10.01 pagi. Sebelumnya, saya mengirim email pertanyaan pada Senin (2/7) pukul 11:09 pagi. Menurut email itu, pembayaran domain bisa melalui transfer ke rekening BCA 0353095665.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/07/03/pandi-si-pengelola-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghentikan Spam SMS dari XL</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/06/12/menghentikan-spam-sms-dari-xl/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/06/12/menghentikan-spam-sms-dari-xl/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jun 2007 18:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[xl]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/06/12/menghentikan-spam-sms-dari-xl/</guid>
		<description><![CDATA[Kamu sedang menunggu SMS balasan penting dari relasi, keluarga, pacar, bos, atau siapa pun. Kamu sedang mengemudi, mungkin juga di tengah rapat di kantor, atau duduk dengan posisi sulit di angkutan umum. Kemudian telepon genggam di saku bergetar. Buru-buru, kamu buka keylock telepon seluler, menekan tombol untuk membaca pesan penting yang ditunggu-tunggu. Kamu bergerak cepat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/xl.jpg" alt="XL" title="XL" align="left" />Kamu sedang menunggu SMS balasan penting dari relasi, keluarga, pacar, bos, atau siapa pun. Kamu sedang mengemudi, mungkin juga di tengah rapat di kantor, atau duduk dengan posisi sulit di angkutan umum.</p>
<p>Kemudian telepon genggam di saku bergetar. Buru-buru, kamu buka <em>keylock</em> telepon seluler, menekan tombol untuk membaca pesan penting yang ditunggu-tunggu. Kamu bergerak cepat, memang. Namun tak ayal membahayakan jiwa (karena sedang mengemudi), membuat bosmu melotot (karena di tengah rapat), atau membuat penumpang lain berdecak kesal (karena sedang berhimpitan di angkutan umum).</p>
<p>Di layar telepon seluler kamu, tertera nama pengirim SMS: <strong>818</strong>.<br />
Isi SMS: &#8220;Hi, aku THOMAS DJORGHI. Aku mo ngajak kamu liburan berdua aku GRATIS. Caranya, ktk REG THOMAS sms ke 9121. Kumpulin poin kamu dgn jawab pertanyaan yg dikasih.&#8221;*</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tuhan">Tuhan</a> bersama orang-orang yang bersabar!</p>
<p>Selain sms program undian dari 818, pengguna XL dan <a href="http://www.xl.co.id/Xplor">Xplor</a> biasa mendapat SMS dari 1818. Isinya promosi nada-sambung-pribadi baru. Kedua produk <a href="http://www.xl.co.id/Korporat">PT Excelcomindo Pratama</a> ini memang hadir dengan <em>default mode</em> seperti itu. Bagi yang senang, tak masalah. SMS seperti itu memang tidak mengurangi kecerdasan. Mungkin bisa melatih kesabaran dan meningkatkan kesigapan?</p>
<p>Bagi yang benci dengan SMS sampah kurang ajar ngabis-ngabisin batre buang-buang waktu &#8220;Gue bayar bukan buat dapet spam nying&#8221; itu, bersyukurlah. Ternyata kita bisa <em>unsubscribe</em> (padahal kapan juga kita <em>subscrib</em>e?)!</p>
<p>Caranya mudah: hubungi 818, minta SMS promosi dihentikan. Kamis (7/6) malam lalu, saya mencoba cara ini atas petunjuk seseorang di Excelcomindo. Sejak saat itu, nomor Xplor saya pun tak didatangi pesan-pesan ajaib.</p>
<p>Bagi pelanggan XL/Xplor yang juga benci pesan sampah, silakan coba. Begitu mesin otomatis 818 menjawab, segera tekan <strong>2</strong> (dua; untuk bahasa Indonesia) dan <strong>0</strong> (nol; untuk operator layanan pelanggan). Jangan kaget kalau ada yang meminta maaf. &#8220;Saat ini representatif kami masih melayani pelanggan. Terima kasih,&#8221; ujar si peminta maaf.</p>
<p>Tunggu saja. Bila telepon putus, coba lagi. Demi kemerdekaan, bung. Mungkin kamu akan gagal menelepon 818 dengan pesan &#8220;<em>no network coverage</em>&#8221; di layar telepon. Jangan putus asa. Mereka memang sengaja menguji keseriusan kamu. Hihi.<br />
Akhirnya kamu tersambung dengan si representatif. Sampaikan permintaan. &#8220;Saya ingin berhenti mendapat SMS-SMS promosi.&#8221; Jangan tumpahkan kekesalan pada si representatif. Mereka tenaga <em>outsource</em> yang berstatus karyawan kontrak. Kita bahkan tidak tahu apakah air minum galon di ruang kerja mereka cukup.</p>
<p>Representatif akan meminta nama lengkap. Pelanggan pascabayar akan ditanya alamat tagihan. Tanggal lahir pun ditanya. Dia akan meminta kamu menunggu sebentar. Lagu klasik yang putus-putus menemani kamu beberapa puluh detik.</p>
<p>&#8220;Sudah saya <em>execute</em> hari ini,&#8221; kata Mas Heru yang saat itu menjadi representatif. Saya tanya, apakah langsung efektif. Dia diam sejenak. &#8220;Aktivasinya bisa 2 x 24 jam,&#8221; ujar dia. Saya rasa ini jawaban <em>safe</em> saja. Soalnya mulai detik itu saya merdeka dari spam.</p>
<p>O ya, kata Mas Heru, SMS dari 1818 mungkin masih akan diterima bagi yang berlangganan <a title="NSP Sambung Pribadi">NSP</a>. Saya tidak berlangganan.</p>
<p>Berdasar pengalaman saya, proses <em>unsub</em> ini totalnya memakan waktu 8 menit. Termasuk tiga kali gagal-sambung, satu kali representatif sibuk, dan semua proses verifikasi dari representatif.</p>
<p>Fiuh.</p>
<p>*SMS dari 818, tanggal 23/5 pukul 08:50:12. Isi persis, hasil ketik ulang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/06/12/menghentikan-spam-sms-dari-xl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

