<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gravitasi Hidup &#187; publik</title>
	<atom:link href="http://gravity.web.id/tag/publik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gravity.web.id</link>
	<description>..di kota yang tak kunjung redup</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Oct 2010 14:31:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Terowongan Penyeberangan Orang &#8211; Stasiun Kota</title>
		<link>http://gravity.web.id/2008/06/17/terowongan-penyeberangan-orang-stasiun-kota/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2008/06/17/terowongan-penyeberangan-orang-stasiun-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 18:09:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2008/06/17/terowongan-penyeberangan-orang-stasiun-kota/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan purnama dari terowongan penyeberangan orang di Stasiun (busway) Kota]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Langit cerah, bulan purnama. Dari area terbuka di terowongan stasiun (busway) Kota, saya mendongak ke atas. Seperti melihat langit dari kubah yang transparan. Sobekan awan tersebar di sana-sini. Sedikit bintang terang mengalahkan polusi cahaya dari sekitar. Senin malam ini, bulan cerah ceria!</p>
<p>Di koridor bawah tanah itu, hanya ada satu hal yang tampak aneh. Meja kecil dengan beberapa pemuda menungguinya. Tapi, bila dipikir sekali lagi, tanpa para pemuda itu, tempat ini mestilah sudah ditongkrongi orang-orang tak jelas. Mungkin pengemis. Gelandangan yang menumpang tidur. Dan kelompok pemuda mabuk yang meneriaki gadis-gadis. Saya harus berterimakasih pada para penunggu meja kecil.</p>
<p>Di bawah &#8220;kubah transparan&#8221; alias tanpa atap, trotoar menyerupai kue donat, namun dengan kolam bundar di tengahnya. Suatu saat nanti, saya berharap kolam ini benar-benar memantulkan cahaya bulan dan bintang dari langit di atasnya. Kali ini belum bisa, sebab air kolam itu keruh dan berbuih. Satu koloni apapunlah mungkin menghuni kolam itu, sebab selalu ada gelombang seperti bekas rintik hujan menimpa permukaan airnya.</p>
<p>Menaiki tangga ke pintu keluar di samping Stasiun Kota (satu pintu lagi keluar di depan Museum Bank Mandiri), saya berpapasan dengan seorang pemuda. Dandanan emo pinggiran, mungkin bisa dikatakan begitu. Dengan jumper kumal dan topi baseball dipasang agak miring. Dengan alat yang biasa dipakai tukang martabak manis meratakan adonan, dia membersihkan permen karet yang menempel di ubin. Sisa gum yang diludahkan sembarangan, menghitam dan mengeras setelah menyerap debu sekitar.</p>
<p>Pemuda itu bersin. Angin memang sedang gemar menyebar benih penyakit. Namun patut pulalah semua berterimakasih pada si pemuda, yang membuat terowongan tampak bersih esok paginya.</p>
<p><em>foto: <a href="http://www.antaraphoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1204885226">Antara &#8211;  Andika Wahyu</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2008/06/17/terowongan-penyeberangan-orang-stasiun-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Ketawa karena Tidak Lucu</title>
		<link>http://gravity.web.id/2005/05/21/jangan-ketawa-karena-tidak-lucu/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2005/05/21/jangan-ketawa-karena-tidak-lucu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2005 16:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[blogdrive]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Masih tentang korupsi. Saya jadi ingat pada Damin (sebut saja begitu), ketika di suatu siang, berminggu yang lalu, ia menerima saya dan seorang rekan. Berpuluh menit habis untuk meyakinkan bahwa namanya tak akan ditulis. Ia pun bersedia membuka sedikit dari apa yang terjadi. Apa yang ia ceritakan hari itu, dalam hitungan minggu kemudian menghias seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih tentang korupsi.</p>
<p>Saya jadi ingat pada Damin (sebut saja begitu), ketika di suatu siang, berminggu yang lalu, ia menerima saya dan seorang rekan. Berpuluh menit habis untuk meyakinkan bahwa namanya tak akan ditulis. Ia pun bersedia membuka sedikit dari apa yang terjadi.</p>
<p>Apa yang ia ceritakan hari itu, dalam hitungan minggu kemudian menghias seluruh media. Ia sendiri telah membuka kisah &#8216;sedih&#8217; itu pada KPK, dengan detil yang lebih mengejutkan lagi.</p>
<p>Namun ada yang tak terungkap, walau sebenarnya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari struktur ini. Belum terbahasakan, tepatnya. Dan Damin, saat itu, menjelaskan pada kami.</p>
<p>APBN terlalu rigid, katanya. Padahal pada kenyataannya, pengeluaran keuangan sering tak bisa mengikuti rigiditas APBN.</p>
<p>Intinya sih begitu.</p>
<p>Tapi yang membuat saya terhenyak adalah bahwa pria yang tampak bersahaja dan rajin solat itu terseret pula dalam lubang-lubang struktur. Dan memandang tindakannya sebagai &#8216;yang terbaik dalam ekosistem yang buruk&#8217;.</p>
<p>Bagai Robin Hood, ia membagi-bagikan pula dana gelap itu pada seluruh karyawan institusi itu, dari atas hingga ke bawah. Komisi rekanan, salah satu sumber dana gelap tadi, seringkali tidak sanggup ditolak. Tanpa diminta pun, seakan sudah menjadi konsensus, si rekanan memberi.</p>
<p>Tapi, Pak, sekarang ini tidak ada lagi Robin Hood. Atau, mungkin, legenda Robin Hood itu sendiri tidak lengkap: selain membagi-bagikan pada rakyat, Robin Hood juga menyogok kiri kanan.</p>
<p>Begitu pulalah dana gelap itu mengalir. Ia juga hinggap di tempat-tempat yang salah. Salah, karena itulah yang disebut korupsi.</p>
<p>Namun sekali lagi, struktur memang penuh lubang. Dan lubang-lubang ini menggoda orang-orang untuk masuk ke dalamnya.</p>
<p>Andai saja lubang-lubang itu tertutup.<br />
Atau, gampang saja. Tutup lubang-lubang itu!</p>
<p>Masalahnya, dalam lubang-lubang itu, ada orang-orang yang menghuni. Mereka telah bermetamorfosis menjadi tikus, dan mereka akan balik melawan.</p>
<p>Tutup lubang itu,<br />
dan tikus-tikus melawan.</p>
<p>Masih panjang jalan itu, Pak!</p>
<p><a href="http://antigravity.blogdrive.com/comments?id=61"><strong>Baca komentar terdahulu</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2005/05/21/jangan-ketawa-karena-tidak-lucu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

