<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gravitasi Hidup &#187; rokok</title>
	<atom:link href="http://gravity.web.id/tag/rokok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gravity.web.id</link>
	<description>..di kota yang tak kunjung redup</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Mar 2010 07:44:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Renungan Dahsyat Soal Rokok dan Kecupuan</title>
		<link>http://gravity.web.id/2008/03/13/renungan-dahsyat-soal-rokok-dan-kecupuan/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2008/03/13/renungan-dahsyat-soal-rokok-dan-kecupuan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 18:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2008/03/13/renungan-dahsyat-soal-rokok-dan-kecupuan/</guid>
		<description><![CDATA[Perasaan cupu kadang muncul di lubuk hati terdalam seorang manusia. Untungnya peradaban mewariskan kita... rokok.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menumpang merokok di ruang IT. Ini salah satu kamar asap, alias tempat bebas merokok, di pabrik kami. Seorang staf IT pamit pulang setelah beres-beres sebentar. Memanggul ranselnya, dia meninggalkan ruangan itu.</p>
<p>Tak berapa lama, dia kembali lagi. Ada yang tertinggal, rupanya. Dia membuka lacinya. &#8220;Rokok ketinggalan. Ntar cupu dong gue,&#8221; kata dia, tertawa, lalu kembali bergegas pergi. Hehe. Sempat terpikir oleh saya, masa-masa merasa cupu alias culun punya, bila tak merokok, sudah lama sekali berlalu.</p>
<p>Malamnya, saya bertemu rekan-rekan <a href="http://id-gmail.info">Kampung Gajah</a> di Setiabudi One. Acara malam itu: pembagian paket kaos (bayar woi). Puluhan orang berkumpul, terpisah dalam kelompok-kelompok kecil perbincangan, sambil menunggu EO membagi jatah paket. Seorang rekan berceletuk, &#8220;Kalau rame gini, malah jadi bingung gue.&#8221;</p>
<p>Saya pun (kembali) bersiap membakar rokok. Daripada bengong tak ada kerjaan, selain berbincang sambil menunggu, mending sambil ngerokok. Sambil sesekali teringat beberapa tugas yang belum tuntas, atau hal-hal di rumah. Dan saat itulah saya teringat perkataan staf IT pabrik beberapa jam sebelumnya. &#8220;Gak ngerokok, cupu rasanya.&#8221;</p>
<p>Anjrit.</p>
<p>Dalam kepala, muncul berbagai flashback ingatan situasi-situasi lain, saat saya mulai memantik api menyulut rokok. Sebagian besar adalah saat-saat menunggu orang maupun sesuatu. Ya, saat-saat bengong itulah. Saat-saat merasa tak banyak hal lain yang bisa dilakukan. Otak saya nyaris memberi tag &#8220;cupu&#8221; pada semua memori itu. Untung, saya sempat mengaktifkan software Denial v2.1.</p>
<p>Wah. Jangan-jangan semua iklan rokok itu berisi pesan terselubung.<br />
Musikku keras, kopiku kental, rokokku nikmat untuk teman bengong.<br />
How low can you go before you realize you&#8217;re feeling cupu?<br />
Welcome to Marlboro Country, where there&#8217;s no cupuness.<br />
Yang penting, rasanya gak cupu Bung!<br />
Gak ada rokok lo, gak rame malah cupu.</p>
<p>Maka lihatlah negeri ini!</p>
<p><em><br />
img: connietalk.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2008/03/13/renungan-dahsyat-soal-rokok-dan-kecupuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
