<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gravitasi Hidup &#187; wc</title>
	<atom:link href="http://gravity.web.id/tag/wc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gravity.web.id</link>
	<description>..di kota yang tak kunjung redup</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Oct 2010 14:31:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Menengok ke Belakang</title>
		<link>http://gravity.web.id/2007/12/01/menengok-ke-belakang/</link>
		<comments>http://gravity.web.id/2007/12/01/menengok-ke-belakang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Dec 2007 15:13:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dodi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[wc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gravity.web.id/2007/12/01/menengok-ke-belakang/</guid>
		<description><![CDATA[Sistem pencernaan manusia menyerap semua hal-hal yang dibutuhkan tubuh. Residu alias ampasnya dibuang melalui sekresi maupun ekskresi. CMIIW, lho!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem pencernaan manusia menyerap semua hal-hal yang dibutuhkan tubuh. Residu alias ampasnya dibuang melalui sekresi maupun ekskresi. <a title="CMIIW Me If I'm Wrong">CMIIW</a>, semoga tidak ada yang salah.</p>
<p>Proses tersebut berlangsung sepanjang hari. Di tengah pekerjaan, sesekali kita harus berhenti untuk beranjak ke toilet. Jamban. WC (water closet). Kita juga mengenal locus buang hajat itu sebagai &#8220;belakang&#8221;, entah kenapa dan sejak kapan.</p>
<p>Rupanya &#8220;belakang&#8221; adalah eufemisme jamban. Istilah yang, seingat saya, sering dipakai di sekolah. Misalnya: &#8220;Pak, izin ke belakang.&#8221; Setelah Pak Guru mengizinkan, murid keluar dari kelas menuju &#8220;ke belakang&#8221;. Bukan ke belakang kelas, tapi ke jamban. Kenapa bukan &#8220;ke depan&#8221;, &#8220;ke samping&#8221;, atau &#8220;ke tengah&#8221;?</p>
<p>Padahal di sekolah sering terdengar semboyan Tut Wuri Handayani. Artinya kira-kira yang di belakang yang memberi dorongan.</p>
<p>Orang bule memberi istilah yang lebih enak untuk kompleks jamban. Dibilangnya &#8220;rest room&#8221;. Di hotel-hotel berbintang, atau di kompleks perkantoran, rest room sering benar-benar nyaman. Tak salah kalau disebut ruang istirahat.</p>
<p>Nah, di sebuah kantor swasta di bilangan Jakarta Selatan, saya menemukan &#8216;fenomena&#8217; aneh. Tempat &#8220;ke belakang&#8221; yang tak luas tapi bersih. Begitu masuk, ada wastafel, tempat sabun cair dan cermin. Di sebelah kanan ada pintu ke ruang toilet duduk. Di depan ada &#8216;pintu koboi&#8217; menuju toilet berdiri&#8211;khusus pria.</p>
<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v142/siapacoba/toilet.jpg" align="left" height="320" width="240" />Anehnya, di sebelah toilet-berdiri ini ada tempat sabun cair. Padahal di ruangan yang sama tidak ada wastafel. Entah siapa yang punya ide tak berguna itu. Setelah melepas urin, saya kira agak aneh bila ada orang mencuci tangan di guyuran air toilet itu. Huek. Dan, sangat kecil pula kemungkinan ada orang mengeluarkan sabun cair, mendorong pintu koboi dengan siku atau tangan sebelah, dan menyalakan air di wastafel luar. Repot sekali, padahal di wastafel luar juga ada tempat sabun cair.</p>
<p>Bukan saya saja yang berpikir bahwa ide menaruh tempat sabun cair itu tak ada gunanya. Bisa dilihat sendiri di foto, sabun di dalamnya tetap ada di batas teratas. Tak terpakai oleh penunai hajat yang masuk silih berganti. Sama tak bergunanya dengan link &#8220;download Internet Explorer&#8221;, misalnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gravity.web.id/2007/12/01/menengok-ke-belakang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

